Diimingi Upah Rp 200 Ribu, Seorang Remaja Nekat Edar Sabu – Kendari Pos
Hukum & Kriminal

Diimingi Upah Rp 200 Ribu, Seorang Remaja Nekat Edar Sabu

KENDARIPOS.CO.ID — Berani berbuat berarti berani bertanggung jawab. Sekiranya pepatah itu yang menggambarkan nasib Radhit Ragil Ananda alias Pian. Remaja 19 tahun ini terpaksa mendekam di sel tahanan Mako Polres Kendari. Polisi telah menetapkan Radhit sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana narkotika. Dari hasil penggeledahan, aparat menemukan sabu seberat 63,84 gram di kamar kosnya.

Kapolres Kendari, AKBP Didik Erfianto menegaskan tidak akan mentolerir kepada siapapun yang berani main main dengan barang haram tersebut. Peredaran gelap narkotika menjadi musuh bersama. Mengingat banyaknya kerugian yang ditimbulkan akibat penggunaan barang haram ini. Apalagi banyaknya dampak negatif yang timbul karena penyalahgunaan narkoba.

Kapolres Kendari, AKBP Didik Erfianto (tengah) didampingi Kasatresnarkoba Polres Kendari, Iptu Ridwan (kiri) dan Kabag Ops Polres Kendari, AKP Bahtiar (kanan) memaparkan terkait penangkapan seorang pengedar narkotika jenis sabu di Kota Kendari atas nama Rhadit Ragil Ananda alias PIAN.

“Radhit Ragil Ananda alias Pian ditangkap tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kendari dalam kamar kosnya di depan Hotel Athaya, Jalan Syech Yusuf Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Senin 31 Mei 2021 sekira pukul 03.30 wita,” kata Kapolres Kendari, AKBP Didik Erfianto dalam keterangan resminya, Selasa (8/6).

Usai ditangkap lanjut pria yang akrab dipanggil Ayah Dik ini, polisi langsung menggeledah kamar kos tersangka. Dari hasil penggeledahan, ditemukan sepuluh paket plastik bening berisikan sabu dengan berat bruto 63,84 gram. Serta barang bukti lain yang berhubungan dengan tindak pidana narkotika.

“Tersangka telah kita amankan di Mako Polres Kendari guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya tersangka terancam dijerat melanggar pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya paling singkat 6 tahun penjara dan paling lama seumur hidup,” ungkapnya.

Berdasarkan pengakuan, tersangka menerima barang haram itu dari lelaki bernama Riyan. Sejauh ini, telah dua kali menerima paket sabu dengan sistem tempel. Paket yang pertama diambil di sekitar kelurahan Wundudopi sebanyak 10 gram. Kemudian langsung ditempelkan kembali di sekitar BTN Lepo-lepo Indah Kelurahan Wundudopi Kecamatan Baruga Kota Kendari.

“Untuk yang kedua, tersangka mengambil paket sabu di sekitar Kasilampe, jumlahnya 63,84 gram. Selanjutnya dipaketkan lagi oleh tersangka, menjadi sepuluh paket sabu. Rencananya akan ditempelkan di sekitar BTN Lepo-lepo Indah Kelurahan Wundudopi Kecamatan Baruga Kota Kendari, sesuai arahan dari seseorang. Namun belum sempat karena duluan diamankan oleh petugas kepolisian,” ujarnya.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka diiming-Imingi upah. Tersangka mengaku keuntungan yang akan diperoleh dari penjualan barang haram tersebut adalah Rp 200.000 per Paket nya. “Kasus ini masih terus dikembangkan dan tidak berhenti sampai disini saja. Kita akan kembangkan sampai bandar yang lebih besar,” tutupnya. (b/ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy