Titah Menhub dan Dirjen Ditunaikan BPTD Sultra – Kendari Pos
Sulawesi Tenggara

Titah Menhub dan Dirjen Ditunaikan BPTD Sultra

Kepala BPTD Wilayah XVIII Sultra Benny Nurdin Yusuf

KENDARIPOS.CO.ID– Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVIII Sulawesi Tenggara menunaikan titah Menteri Perhubungan (Menhub) dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat). Menhub dan Dirjen dalam surat edarannya menegaskan setiap yang melakukan aktivitas lintas penyeberangan, wajib mengantongi rapid antigen.

Kepala BPTD Wilayah XVIII Sultra Benny Nurdin Yusuf mengatakan akan turun langsung memimpin personelnya untuk memastikan kelancaran perintah menteri dalam Surat Edaran (SE) Nomor 13 tahun 2021 tentang pengendalian transportasi selama idul fitri dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19 dan SE nomor 32 tahun 2021. Selain itu, Benny juga akan memastikan kelancaran titah SE Dirjen Hubdat Nomor 32 tahun 2021.

“Saya sendiri akan turun langsung memimpin tim bersama pejabat pengawas secara bergantian. Memastikan nafas SE yang dikeluarkan pemerintah pusat diterapkan dengan baik. Jika ditemukan ada yang lolos mudik akan dilihat apa penyebabnya dan akan menjadi catatan bahan evaluasi,” ujar Benny Nurdin Yusuf kepada Kendari Pos usai rapat internal bersama Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) penyeberangan se-Sultra, Kamis (6/5) kemarin.

Mantan Kepala BPTD XIX Sulselbar itu menambahkan, rapat internal Korsatpel penyeberangan membahas terkait progres persiapan penerapan surat edaran (SE) Menteri Perhubungan dan SE Dirjen Hubdat. Benny Nurdin Yusuf mengatakan, seluruh angkutan penyeberangan khususnya yang memuat logistik lintas provinsi maupun kabupaten/kota tidak dapat diizinkan beraktivitas menyeberang kecuali pengemudi dan anggotanya (kernet) telah mengantongi rapid antigen. Dengan masa berlaku 1 x 24 jam.

“Dalam rapat Korstapel, penyeberangan Kolaka-Bajoe melaporkan sebanyak 15 mobil mengangkut logistik menuju Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebelum menyeberang mereka di rapid antigen terlebih dahulu. Sekira 13 mobil yang di izinkan menyeberang. Sisa dua mobil karena pengemudi dan anggotanya menunggu hasil rapid antigen keluar,” kata Benny Nurdin Yusuf di ruang kerjanya.

Untuk lalulintas orang mudik, Benny memastikan tidak diperbolehkan mudik. Ketentuan tersebut berlaku 6-17 Mei 2021 sesuai yang tertuang dalam surat edaran Ketua Satgas Penanganan Covid-19 nasional, Letjen TNI Doni Monardo tentang peniadaan mudik hari raya Idul Fitri tahun 1442 Hijriah.

Ruang lingkupnya mengatur tentang protokol kesehatan umum, pengendalian kegiatan ibadah selama bulan Ramadan dan salat Idul Fitri. “Pengertian mudik yang dicantumkan dalam SE tersebut adalah kegiatan perjalanan pulang ke kampung halaman selama bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah,” urainya.

Benny Nurdin Yusuf menjelaskan, selama masa larangan mudik lebaran, terdapat sejumlah kelompok masyarakat yang tetap diperbolehkan bepergian. Mereka adalah pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik.

“Yang dimaksud dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik mengenai urusan kerja seperti perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh satu anggota keluarga, atau kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang,” bebernya. (ali/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy