Seorang Pemuda di Butur Cabuli Anak di Bawah Umur – Kendari Pos
Buton Utara

Seorang Pemuda di Butur Cabuli Anak di Bawah Umur

-Rekam dan Sebar Video Aksi Tak Senonoh

KENDARIPOS.CO.ID–Pria berinisial AF terancam 15 tahun penjara. Pemuda berusia 21 tahun diduga mencabuli seorang gadis di bawah umur berinisial EW. Tidak hanya itu, warga Desa Labelete Kecamatan Kulisusu Utara turut merekam perbuatan tidak senonoh itu. Ironisnya, video rekaman video ini dijadikan pelaku mengancam korban. Jika hubungannya diputuskan, pelaku mengancam akan menyebar video tersebut.

“Pelaku telah diamankan di rumahnya di Desa Labelete, Senin (3/5) sekitar pukul 13.00 Wita. Penangkapan ini berawal dari laporan keluarga korban. Tersangka terjerat kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur dengan inisial EW,” ungkap AKBP Wasis Santoso, Kapolres Butur, Selasa (4/5).

Tim Walet Reskrim Polres Butur berhasil mengamankan tersangka kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur berinisial AF (tengah) warga Desa Labelete Kecamatan Kulisusu Utara.

Kronologis kejadian sudah lama sekitar September 2020 lalu. Antara korban dan pelaku memang memiliki hubungan asmara. Mereka berkenalan melalui media sosial (Medsos). Sejak perkenalan tersebut, hubungan keduanya sangat dekat. Saat itu, pelaku menjemput korban dengan motor di sekolahnya. Setelah itu, pelaku mengajak korban ke rumahnya.

Saat tiba di rumah pelaku, rumah sepi. AF lalu merayu korban namun ditolak. Tak terima, pelaku lalu memaksa dan berhasil melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Parahnya, tersangka merekam aksi tidak senonoh itu menggunakan kamera handphone miliknya. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku sengaja merekam aksi tersebut sebagai alat untuk mengancam korban.

“Tersangka mengancam akan menyebarkan video itu jika korban memutuskannya. Tersangka mengaku video tersebut telah tersebar ke beberapa temannya. Polisi sudah mengamankan orang orang yang memiliki video tersebut untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar AKBP Wasis Santoso.

Saat ini, tersangka sudah diamankan di Polres Butur untuk diproses secara hukum. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku terjerat pasal 82 undang-undang pencabulan terhadap anak pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang, “Ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,” jelasnya. (c/ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy