Politik Luar Negeri Indonesia Era Globalisasi, Oleh : Sandra Guna – Kendari Pos
Opini

Politik Luar Negeri Indonesia Era Globalisasi, Oleh : Sandra Guna

SANDRA GUNA (Mahasiswi Universitas Islam Indonesia (UII) Jogyakarta)

KENDARIPOS.CO.ID — Pemahaman politik luar negeri Indonesia di era global sangat penting bagi warga negara Indonesia. Tidak hanya menentukan masa depan negara, globalisasi sendiri akan selalu ada dan tidak bisa dihindari. Atas dasar itu, mau tidak mau kita harus menghadapi globalisasi sebagai konsekuensi kehidupan internasional.

Didukung kemajuan teknologi dan komunikasi, proses globalisasi dinilai sangat cepat. Oleh karena itu, sebagai warga negara yang baik, kita harus memahami politik luar negeri Indonesia di era global ini agar tidak salah langkah. Sebab globalisasi dipicu oleh adanya hubungan internasional antar lembaga, organisasi atau kelompok di suatu negara dan negara lain. Hubungan tersebut dapat terjadi melalui dua cara, yaitu dari bidang ekonomi dan dari politik luar negeri. Nah, kedua departemen ini bisa bekerja sama dan saling mempengaruhi.

Sandra Guna

Kepentingan sektor ekonomi dapat mempengaruhi kebijakan politik luar negeri, misalnya krisis Ukraina yang menyebabkan Amerika dan Europe mengedepankan gagasan tentang masalah Rusia. Namun karena perlambatan ekonomi di Eropa dan Rusia yang masih membutuhkan pasokan gas alam ke negara-negara Eropa, beberapa negara Eropa telah menolak untuk memberikan sanksi ekonomi kepada Rusia.

Di sisi lain, politik luar negeri dapat mempengaruhi sektor ekonomi, situasinya juga bisa sebaliknya. Misalnya, kebijakan yang berkaitan dengan impor dan ekspor, kebijakan yang berkaitan dengan penanaman modal asing dan lain sebagainya. Politik luar negeri secara sederhana dapat didefinisikan sebagai hubungan antara pemerintah satu negara dan pemerintah negara lain, atau istilah “government to goverment”.

Ada dua jenis politik luar negeri, yang disebut hubungan bilateral dan hubungan multilateral. Nah, hubungan bilateral adalah hubungan kedua negara, seperti hubungan antara pemerintah Indonesia dengan Malaysia. Sedangkan hubungan multilateral adalah hubungan antara satu negara dengan banyak negara, seperti hubungan antara Indonesia dengan negara-negara ASEAN.

Politik luar negeri Indonesia di era global tetap tidak berubah yaitu mengadopsi bentuk politik yang bebas dan aktif. Meskipun pemerintah Indonesia telah menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif sejak tahun 1970-an, fakta membuktikan bahwa politik bebas aktif masih dianggap mampu mengatur sikap Indonesia dalam menjalin hubungan internasional.

Dengan politik luar negeri yang bebas dan aktif, Indonesia selalu dapat menjunjung tinggi prinsip netralitas daripada berdiri di posisi kelompok manapun. Bahkan di dunia saat ini yang didominasi oleh dua blok atau kamp pengungsian di pentas dunia, yaitu blok barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan blok timur yang dipimpin oleh Rusia, Indonesia masih bisa tetap netral. Netralitas ini bukan berarti Indonesia cuek, tetapi Indonesia selalu terlibat membantu negara-negara yang membutuhkan tanpa paksaan dan tekanan dari negara manapun. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy