Konsumsi Membaik, Ekonomi Sultra Diproyeksi Makin Pulih – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Konsumsi Membaik, Ekonomi Sultra Diproyeksi Makin Pulih

Tampak aktivitas sejumlah lapak kaki lima di area MTQ Kendari, Senin (3/5). Konsumsi masyarakat yang meningkat selama bulan ramadan dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Sultra.


KENDARIPOS.CO.ID –Perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara (Sul­tra) pada kuartal kedua ta­hun 2021 diproyeksi kian membaik. Hal itu didorong oleh tingginya konsumsi masyarakat selama bulan Ramadan.

Menurut Pengamat Ekonomi dari Universi­tas Halu Oleo (UHO), Dr. Syamsir Nur, S.E., M.Si, terdapat sejumlah indika­tor penopang yang men­dukung kondisi tersebut di antaranya pencairan Tun­jangan Hari Raya (THR), mobilitas masyarakat yang relatif meningkat selama ramadan, serapan anggaran yang cenderung mening­kat pada kuartal kedua, serta percepatan realisasi bantu­an sosial (bansos).

“Pencairan THR serta bantuan sosial Covid-19 berdampak pada perbaikan daya beli masyarakat yang tentu berefek pada perbai­kan sektor konsumsi,” ujar Dr. Syamsir, kemarin.

Lanjut Syamsir, ekonomi Sultra akan konsisten men­galami pemulihan apabila vaksinasi menyeluruh ke­pada masyarakat segera di­lakukan. Sebab, kunci per­putaran ekonomi terletak pada aktivitas dan interaksi para pelaku ekonomi. Jika aktivitas dan interaksi masih terbatas, maka denyut nadi ekonomi tidak akan normal.

“Kita optimistis pemuli­han ekonomi terus berlan­jut. Dengan catatan, vaksi­nasi terus dilakukan secara kontinyu dan dipastikan menjangkau semua pelaku ekonomi terutama menen­gah ke bawah yang notabene pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” terangnya.

Terkait adanya pem­batasan mudik, ia menilai hal tersebut tidak akan ber­dampak signifikan. Perputa­ran uang yang biasanya ter­jadi dari kota ke desa akibat kegiatan mudik memang akan tertekan. Namun, hal itu bisa teratasi dengan pola transfer atau pemba­gian THR oleh kelompok masyarakat kepada keluarg­anya yang ada di desa.

“Selain itu, tingkat per­edaran uang yang dilakukan pemerintah melalui Bank Indonesia juga dipastikan berjalan baik,” terangnya.
Jika pada akhir 2020 per­tumbuhan ekonomi dijaga oleh pengeluaran pemer­intah yang begitu kokoh, menurut Syamsir, di kuartal kedua ini sektor konsumsi sudah mulai mengambil peran yang besar. Percepa­tan eksekusi bansos yang dilakukan pemerintah men­jadi salah satu bantalan yang bisa menjaga daya beli pada bulan Ramadan apalagi mendekati lebaran.

Di samping itu, kunci sukses perbaikan ekonomi terletak pada kemampuan pemerintah daerah (Pemda) dalam mempercepat pe­nyerapan anggaran yang digelontorkan dari pusat ke daerah. Pemerintah perlu sesegera mungkin meman­faatkan anggaran untuk kegiatan yang berorientasi pada pemulihan ekonomi terutama UMKM maupun pada bantalan sosial bagi masyarakat terdampak. Pro­gram-program pemulihan ekonomi oleh kementerian juga perlu segera direalisasi­kan.

Kepala Laboratorium Ilmu Ekonomi Fakultas Bisnis dan Ekonomi UHO ini juga me­nilai perlunya Pemda mem­perbaiki postur belanja den­gan menunda kegiatan yang tidak berefek langsung ter­hadap pemulihan ekonomi. Mestinya, kegiatan yang di­dorong adalah yang berefek pada penciptaan lapangan kerja dan berupa stimulan tumbuhnya UMKM.
“Akselerasi program vak­sinasi termasuk di dalamn­ya bagaimana Pemda mempercepat pelaksanaan stimulus dari pemerintah pusat ke daerah juga akan menjadi kunci pemulihan ekonomi kita,” pungkas Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam Universitas Muhammadiyah Kendari ini. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy