Disdukcapil Pesimis Capai Target

KENDARIPOS.CO.ID–Tahun ini, pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Wakatobi sepertinya tak bisa berbuat banyak. Selain alat print yang rusak, target nasional untuk pencetakan kartu identitas anak (KIA), sulit dicapai. Padahal lembaga ini hanya diharapkan menambah 9 persen lagi cetak KIA agar bisa mencapai 30 persen. Sayang, hal tersebut dinilai masih sulit.

Kepala Disdukcapil Wakatobi, Abdul Rahim, menyebut, tak ada anggaran untuk pengadaan alat hingga perbaikan print pada tahun ini. Sehingga pihaknya mengalami kendala cukup berarti. Meski hanya 30 persen saja, pihaknya pesimis bisa capai target nasional tahun ini.

“Kalau tahun 2020 lalu, Alhamdulillah Wakatobi berada pada urutan pertama perekaman elektronik dan akta lahir. Bahkan tahun lalu akta lahir bisa 100 persen. Kalau sekarang masih ada, itu berarti yang baru lahir,” terangnya, Kamis (20/5). Saat ini, pihaknya bahkan terpaksa harus bergantian memprint KTP-el dan KIA. Masyarakat yang sudah terlanjur ke Disdukcapil untuk cetak KIA, tetap dilayani oleh staf.

“Secara kolektof, KIA kita hentikan dulu. Tapi kadang ada yang datang satu-satu di kantor, itu tetap kita layani. Makanya kita ganti-gantian cetak KTP dan KIA. Tapi, bagi kami untuk cetak KIA sulit untuk capai target nasional sebesar 30 persen. Meskipun capaian kita saat ini sudah 21 persen saat ini,” keluh Abdul Rahim lagi.

Pihaknya berharap jika alat print pengadaan tahun lalu yang mengalami kerusakan bisa difungsikan lagi, maka pencetakan KIA dapat dimaksimalkan. “Persoalan ini sudah kami laporkan juga. Semoga alat print yang sebelumnya bisa diperbaiki agar cetak KIA dan KTP-el kembali normal,” pungkasnya. (c/thy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *