Catat! Ini Titik Salat Id di Sultra – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Catat! Ini Titik Salat Id di Sultra

-Titik Salat Id Diperluas
-Strategi Mengurai Potensi Kerumunan

KENDARIPOS.CO.ID — Jika tak ada aral, hari raya Idul Fitri 1442 hijriah jatuh pada 13 Mei 2021. Pemerintah memberi “lampu hijau” umat Islam untuk salat Id di masjid dan lapangan terbuka. Namun mesti menerapkan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19, seperti jamaah hanya 50 persen dari kapasitas masjid. Titik salat Id pun diperluas. Perluasan itu sebagai strategi mengurai potensi kerumunan dan mencegah klaster lebaran kasus Covid.

Surat edaran gubernur nomor : 451.1/1939 tahun 2021 tentang penunaian salat Idul Fitri, pelarangan buka puasa bersama, open house dan halal bihalal. Dalam surat edaran itu, salat Idul Fitri dapat dilakukan di masjid, musalah, lapangan dan ruang terbuka lainnya. Kepala daerah tak ketinggalan merayatakan hari kemenangan. Mereka salat Id tersebar di lokasi berbeda (lihat grafis).

Informasi yang dihimpun Kendari Pos menyebutkan, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi dan Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas salat Id di lokasi berbeda. Gubernur Ali Mazi di Kendari, dan Lukman Abunawas di Kabupaten Konawe.

Gubernur Ali Mazi mengatakan, Hari Raya Idul Fitri kali ini masih sama seperti tahun 2020, di tengah pandemi Covid-19. Bedanya, kali ini seluruh masjid diperbolehkan menggelar salat Id berjamaah. “Jadi saya tentu lebaran di Kendari seperti tahun-tahun sebelumnya. Saya akan salat Id di Masjid Agung Al-Kautsar, ” kata Ali Mazi, kemarin.

Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas memilih salat Id di masjid mendiang istrinya, Hj.Yati Lukman di Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe. “Saya akan salat Id di Masjid Nur Hayati. Saya tidak buka puasa bersama dan tidak membuat open house sesuai edaran pemerintah pusat,” kata Lukman Abunawas.

Sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sultra, Lukman Abunawas mengimbau seluruh masjid agar memperketat penerapan prokes pencegahan Covid-19. Karena saat ini sudah ada kelonggaran dan seluruh masyarakat diberi izin salat Id di masjid. “Bukan saja menjaga jarak dan memakai masker. Namun jamaah dilarang kontak langsung dan berkerumun guna menekan angka penyebaran Covid-19 ,”jelas Lukman.

Umat Islam Kota Kendari diberi kelonggaran salat Idul Fitri berjamaah. Penerapan prokes pencegahan Covid-19 wajib ditunaikan. Putusan ini sesuai kesepakatan Pemkot Kendari dan Forkopimda.

Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir mengatakan pelaksanaan salat Idul Fitri di seluruh masjid termasuk lapangan terbuka. Pertimbangannya, agar bisa mengurai potensi kerumunan jamaah pada satu titik. “Kami mengizinkan salat idul fitri di masjid dan lapangan. Titiknya sengaja kita perbanyak karena kalau terbatas dikhawatirkan mengundang kerumunan dan berpotensi menjadi klaster baru penularan covid-19,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

Dengan memberi izin salat Id di masjid maka masyarakat tak perlu ke wilayah lain. Cukup di lingkungan tempat tinggal masing-masing. “Saya sendiri akan salat Id di Masjid Al Ikhlas Citraland Kendari karena tidak jauh dari rujab wali kota,” ujar Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Kendari itu.

Kepala Kantor Agama Kota Kendari, Zainal Mustamin mengatakan selama ini hanya 90 titik lokasi pelaksanaan salat Id. Namun karena kondisi pandemi Covid-19, pemerintah berupaya mencegah adanya klaster baru dengan mengurai kerumunan. Kini titik salat Id diperluas.
Tak hanya digelar di lapangan terbuka, pemerintah juga mengizinkan warga melaksanakan salat id di masjid dan musala.

“Itu sebagai bentuk mencegah kerumunan dan mendukung pemerintah memerangi penyebaran pandemi Covid-19. Namun tetap memperhatikan penerapan prokes Covid-19. Langkah itu demi keselamatan bersama dari ancaman wabah,” ujarnya.

Terpisah, Kabag Kesra Pemkot Kendari Abdul Rauf mengungkapkan, berdasarkan koordinasi dengan panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kota Kendari, pelaksanaan salat Id terpaksa harus disesuaikan dengan keputusan bersama Pemkot Kendari dan Forkopimda.
Sebelumnya ditetapkan sekira 101 titik.

“Kami sarankan jamaah masjid tidak melebihi 50 persen. Jadi ada sekitar 600 masjid yang menggelar salat Id. Itu belum termasuk lapangan terbuka,” ujarnya. (rah/dan/ags/b)

Jamaah Masjid Tidak Lebih 50 Persen

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy