ASN Mudik, Sanksi Menanti – Kendari Pos
Sulawesi Tenggara

ASN Mudik, Sanksi Menanti

Wakil Gubernur (Wagub) Sultra, Lukman Abunawas

Wagub : ASN Harus Menjadi Teladan

KENDARIPOS.CO.ID– Larangan mudik bukannya hanya berlaku bagi masyarakat. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo menegaskan, ASN dan keluarganya dilarang ke luar daerah atau mudik menjelang dan sesudah Idul Fitri. Larangan itu pun berlaku bagi ASN di Sultra.

Wakil Gubernur (Wagub) Sultra, Lukman Abunawas dan Sekda Provinsi Sultra, Nur Endang Abbas mengawal arahan Menpan RB itu. Wagub Sultra, Lukman Abunawas mengatakan, Gubernur Sultra Ali Mazi telah mengeluarkan surat edaran Nomor 443.1/1898 terkait larangan mudik sebagai tindak lanjut aturan pusat.

“Kita berharap ASN meneladani aturan yang telah ditetapkan. Mereka harusnya memberi contoh dan menjadi teladan bagi masyarakat. Saya menegaskan bagi ASN jangan coba-coba mudik. Tentu bakal ada sanksi bagi mereka yang melanggar aturan itu,” kata Lukman Abunawas kepada Kendari Pos, kemarin.

Mantan Bupati Konawe dua periode itu menjelaskan sanksi bagi ASN yang nekat mudik merujuk sanksi disiplin ASN sesuai PP Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan PP Nomor 49/2018 tentang Manajemen PPPK. “Kita akan tegas dengan aturan ini. Bahkan bila memang ada ditemukan dilapangan ASN yang mudik, segera laporkan kepada kami,” tegas Lukman Abunawas.

Sebagai abdi negara, ASN harus mengajak masyarakat agar patuh dengan kebijakan itu demi menekan angka penyebaran Covid-19 di Sultra. “Kasus Covid belum mereda di Sultra. Saya mengajak seluruh masyarakat Sultra menunda mudik. Manfaatkan alat komunikasi yang ada untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman, ” ajaknya.

Sementara itu Sekda Provinsi Sultra, Nur Endang Abbas tegas mengatakan, tidak ada mudik bagi ASN. “ASN tidak boleh pulang atau mudik. Kecuali ada keluarga yang sakit atau kena musibah. Itupun pakai surat tugas kalau ada urusan dinas,” ujarnya.
Nur Endang memastikan ASN yang memaksa mudik tanap surat tugas akan mendapatkan sanksi. “Sanksinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Sebelumnya, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo menegaskan, aparatur sipil negara (ASN) beserta keluarganya dilarang bepergian ke luar daerah atau mudik menjelang dan sesudah Idul Fitri. Bagi ASN yang tetap mudik, dapat dijatuhi sanksi disiplin sesuai dengan PP No. 53/2010 tentang Disiplin PNS dan PP No. 49/2018 tentang Manajemen PPPK. “Kami minta Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk mengawasi ASN-nya masing-masing dan bertindak tegas jika ada ASN yang terbukti melanggar,”ujarnya.

Bagi masyarakat yang mengetahui ada ASN yang mudik dapat melaporkan ke KemenPAN-RB melalui Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional-Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!). Laporan dapat disampaikan melalui SMS 1708, www.lapor.go.id, atau aplikasi yang diunduh melalui Play Store atau App Store SP4N LAPOR!. (rah/b/jpg/fin)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy