Srikandi dari Kawasan Industri Morosi – Kendari Pos
Kartini

Srikandi dari Kawasan Industri Morosi

KENDARIPOS.CO.ID– Semakin berkembangnya zaman dan teknologi, juga diikuti dengan perubahan pola pikir. Perempuan-perempuan dengan potensi dan kemampuan mumpuni makin banyak yang berminat untuk

masuk ke industri ini. PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pengolahan produk turunan dari bijih

Upi sri rahayu ( Devisi Batching Plant PT. OSS ) dan Israwati ( Translator PT. VDNI )

nikel, tidak membedakan atau membatasi kiprah perempuan dalam proses perkembangan perusahaan. Sedari awal saat proses rekrutmen
hingga perjalanan karier karyawan, latar belakang gender tidak dijadikan sebagai landasan pertimbangan. Artinya, seluruh karyawan VDNI dan OSS memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa ada perbedaan

gender. Hal ini diamini oleh Israwati, 28 Tahun, karyawan asal Kecamatan Bondoala yang sudah 4 tahun bekerja di VDNI. Menurutnya, di smelter tempatnya bekerja tidak pernah membeda-bedakan orang lain

berdasarkan gender.“Di situ benar-benar dilihat kemampuan skillnya. Tidak ada, karena laki-laki, jadi
ke lapangan. Tapi kita juga perempuan kalau penasaran dengan adanya alatalat itu, bisa juga langsung turun.

Jadi, tak ada istilah kamu laki-laki atau perempuan,” terangnya ketika ditemui di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe, 14
April 2021. Di PT. VDNI dan PT. OSS, profesionalisme dan etos kerja menjadi

landasan utama dalam setiap pengambilan keputusan, bukan soal gender. Jumlah karyawan perempuan yang terus meningkat dari tahun-ke tahun menjadi bukti tersendiri. Tercatat sampai

saat ini, PT VDNI memiliki 391 karyawan perempuan dari total 5.824 karyawan. Sedangkan PT OSS memiliki 945 karyawan perempuan dari total 7.799 karyawan. Fasilitas perusahaan yang terus dikembangkan, juga menjadi alasan semakin banyaknya perempuan yang

tertarik untuk bekerja di Kawasan Industri. Seperti diceritakan Upi Sri Rahayu yang sudah 2 tahun bekerja di PT OSS sebagai Admin
Divisi Batching Plant. “Fasilitasnya semakin bagus. Lingkungannya juga semakin tertata rapi dan sarana transportasinya semakin

mendukung. Sebelumnya belum ada kendaraan umum seperti bus, sekarang sudah ada bus dari asrama ke masing-masing divisi. Jadi,
memudahkan untuk berangkat dan pulang kerja,” ujar Upi (27) ketika ditemui di Kawasan Industri Morosi. Tak hanya dari segi

fasilitas, kesempatan untuk mengembangkan diri dan karier pun dibuat sama setiap karyawan. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya perempuan yang menduduki posisiposisi strategis di PT VDNI dan OSS. Isra

yang kini menempati jabatan sebagai Translator
dan Admin Divisi Peralatan Smelter pernah dikirim ke China untuk mendapatkan pendidikan Bahasa Mandarin dan juga belajar mengenai
proses produksi sebuah smelter nikel langsung di Jiangsu Delong Nickel Co.,

Ltd. Selama 1 tahun, seluruh kebutuhan Isra
ditanggung penuh oleh perusahaan. “Kita belajar di kampus dengan teknologi yang memang memadai. Setelah itu kita ke perusahaan pusat

yang di China. Jadi kita di sana langsung praktek turun ke lapangan. Karena bekalnya kita untuk belajar masalah produksi itu nggak bisa kalau bahasanya kita nggak ada sama sekali. Jadi makanya ditingkatkan dari

bahasanya dulu, baru masuk ke teknisnya,” ujar Isra menceritakan pengalamannya. Sebagai perempuan, dukungan dari orang-orang terdekat seperti keluarga diakui

menjadi faktor penting yang menjadi energi tambahan dalam menjalani profesi sehari-hari. Didikan orang tua sejak kecil mendorong
anakanaknya untuk selalu percaya diri menjadi prinsip yang dipegang Isra dalam menjalani aktivitas pekerjaannya. “Orang tua saya

selalu berpesan, ‘jangan dipikirkan ini kerjaan laki-laki atau perempuan, karena itu cuma membatasi diri sendiri untuk bisa berkembang’. Jadi itu yang saya pegang, selama apa yang saya lakukan itu positif, maka tidak ada yang perlu ditakutkan,” tegas

Isra. Terkait kondisi ke depan, keduanya berharap agar PT VDNI dan PT OSS bisa semakin berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian

baik di Sulawesi Tenggara maupun untuk Indonesia secara luas. “Dengan berkembangnya suatu perusahaan pastinya akan
menyerap tenaga kerja lebih banyak. Sehingga pengangguran akan lebih berkurang dan perekonomian masyarakat juga akan lebih baik,” ujar Upi. Sementara Isra menitipkan pesan bagi perempuan-perempuan yang ingin berkarier di lingkungan kerja seperti

Smelter atau industri nikel seperti dirinya agar jangan takut untuk mencoba. Ia yakin, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama
bisa menyelesaikan pekerjaan yang diberikan asal dikerjakan dengan

sungguh-sungguh. “Jadi jangan pernah berpikir begitu sebelum
kita jalani. nggak usah pikirkan hasilnya kita berproses saja dulu. Karena kalau pun kita tidak berhasil, kita tetap dapat pengalaman di situ,” tutupnya. (adi/adv)/KP

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy