Semangat dan Suka Cita Ramadan, Oleh : Prof. Eka Suaib – Kendari Pos
Kolom

Semangat dan Suka Cita Ramadan, Oleh : Prof. Eka Suaib


KENDARIPOS.CO.ID — Ada anak bertanya pada bapaknya buat apa berlapar-lapar puasa ? Tadarus dan tarawih apalah gunanya ? Lapar mengajarmu rendah hati selalu, tadarus artinya memahami kitab suci. Tarwih mendekatkan diri pada ilahi.

Prof. Dr. Eka Suaib

Itulah syair lagu Bimbo tahun 90’an hingga kini saya masih menghapalnya. Lewat syair di atas menyampaikan pesan bahwa puasa tersebut sarat akan hikmah. Hal itu lebih mendalam karena sudah dua tahun, kita melaksanakan ibadah puasa pada era pandemik yang menghadirkan penderitaan global. Berbagai upaya yang dilakukan untuk mengatasi pandemik dengan puncaknya yakni vaksinasi guna memutus laju pandemik.

Ramadan tiba, Marhaban ya Ramadan. Ramadan tiba, semua bahagia. Tua dan muda, bersuka cita. Bulan ampunan bulan yang berkah dan seterusnya. Ini cuplikan lagu dari Opick. Lewat syair dari Opick tentunya mengisyaratkan bahwa ramadan, meski suasana pandemik yakni ada semangat dan penuh suka cita ketika bulan ini hadir.

Menjalankan ibadah puasa diharapkan menjadi medium untuk membakar kerak dosa guna menggapai kehidupan yang bermartabat. Puasa, juga mengandung dua dimensi kesalehan yakni pribadi dan sosial. Kesalehan pribadi sangat tergantung pada ibadah individu kepada Sang Pencipta. Kesalehan sosial adalah eksistensi pribadi dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.

Kesalehan sosial, dengan merujuk kisah dari khalifah Umar bin Khattab. Pada suatu masa, ketika mengunjungi rakyatnya malam hari, dan tiba pada satu tempat di Madinah, khalifah melihat sebuah kemah yang apinya terus menyala. Penasaran, Khalifah Umar mendekati kemah tersebut dan mendapati seorang perempuan tua yang dikelilingi anak-anak kecil dan terus menangis. Umar bertanya: ”Mengapa anak-anak ini menangis”? Ibu tua ini menjawab: “Anak-anak ini belum makan dan kelaparan”.

Khalifah penasaran dan bertanya lagi: “Apa yang anda masak di dalam periuk itu”? Ibu renta ini sedih dan menjelaskan: “Saya memasak air, agar anak-anak ini diam hingga mereka tertidur”. Mendengar jawaban ini, khalifah Umar terpukul dan sedih.

Khalifah Umar ra, pun bergegas pulang menuju Baitul Maal untuk mengambil tepung dan minyak. Bahkan diriwayatkan bahwa khalifah Umar memikul sendiri tepung dan minyak tersebut, beliau berkata: “Siapapun tidak akan dapat menggantikan untuk memikul dosa-dosa di hari kiamat”.

Salah satu hikmah berpuasa yakni dengan lapar dan haus di siang hari mengajarkan akan kerendahan hati. Orang lapar biasanya menjadi lemah, lesu, lemes dan malas. Bagi sebagian orang kadang perbuatan maksiat justru memiliki energi berlebih di dalam dirinya. Jadi, kesadaran tentang rasa lapar dan haus yang timbul akibat berpuasa hendaknya semakin mendorong kita untuk menjauhi sifat kikir dan bakhil.

Ada analogi yang ditunjukkan hasil dari berpuasa yakni ulat dan ular. Ulat adalah binatang yang lemah dan menjijikkan, dengan tubuh yang licin tanpa tulang belakang, merayap dengan meliuk-liuk. Binatang ini menyebalkan manusia karena banyak merugikan manusia sebab akan memakan daun yang disinggahinya, akan tetapi setelah berpuasa mengalami proses metamorphosis menjadi kepompong, menjadi kupu-kupu yang indah.

Kupu-kupu hanya mengisap madu dari bunga-bunga tertentu saja, ulat yang awalnya sebagai binatang yang merugikan berubah 180 derajat menjadi binatang yang sangat berbeda, indah dan bermanfaat bagi manusia. Ini analogi bagi orang yang setelah ramadan segalanya berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Ular adalah binatang yang berpuasa untuk mengganti kulitnya. Hasil penelitian menyatakan bahwa semakin sering ular berganti kulit dia akan semakin ganas, setelah berpuasa dan berganti kulit si ular, bahkan semakin ganas dalam memangsa korbannya. Ini sisi lain gambaran orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapat manfaat dan perubahan apapun setelah berpuasa selama sebulan.

Analogi ulat dan ular, merupakan untuk merenung usai berpuasa selama sebulan, apa dampaknya? Catatan ini bukan berarti bahwa saya lebih baik dari pembaca, tapi hanya untuk saling mengingatkan saja. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy