Pemerintah Izinkan Salat Tarawih Berjamaah di Masjid, Begini Panduannya – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Pemerintah Izinkan Salat Tarawih Berjamaah di Masjid, Begini Panduannya


KENDARIPOS.COL.ID — Pemerintah mengizinkan masyarakat menunaikan ibadah salat tarawih berjamaah di masjid. Itu diatur dalam Surat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag) Nomor 3 tahun 2021 tentang panduan ibadah ramadan 1442 hijriah/2021 masehi. Kendati diizinkan, pelaksanaannya terbatas dan tetap mengacu pada protokol kesehehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kebijakan itu untuk melindungi jamaah dari potensi wabah Covid-19.

Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan ibadah salat di masjid selama ramadan diperbolehkan. Hal itu sesuai dengan perintah dan instruksi menteri agama. Namun, jamaah harus disiplin dan menjaga protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
“Sekarang boleh melaksanakan ibadah salat di masjid sesuai instruksi menteri agama tetapi tentu ada pembatasan. Jangan melanggar protokol kesehatan,” ujarnya kepada Kendari Pos, kemarin.

Terlebih saat ini, kata dia untuk wilayah Sultra angka penyebaran Covid sudah mulai menurun. “Nah dengan kondisi ini kita butuh kekompakan dan kesadaran selama ramadan untuk terus menjaga agar tidak terjadi lagi hal-hal yang meresahkan masyarakat, khususnya terkait klaster pandemi,”ungkap Gubernur Sultra Ali Mazi.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sultra, Fesal Musaad, mengatakan panduan ibadah selama ramadan dihadirkan semata-mata untuk melindungi masyarakat dari potensi tertular Covid-19. Pasalnya, masyarakat masih berada di tengah pandemi. “Kebijakan ini agar memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus untuk mencegah penularan covid-19,” ujarnya kepada Kendari Pos, kemarin.

Fesal mengungkapkan, selama bulan ramadan masyarakat diperbolehkan menunaikan ibadah salat tarawih berjamaah tetapi syarat harus mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak aman. Selain itu, jamaah yang hadir maksimal hanya 50 persen dari kapasitas masjid.

“Itu juga berlaku bagi salat fardhu lima waktu, salat witir, tadarus Quran, dan pelaksanaan itikaf. Membawa peralatan salat sendiri, dan jaga jarak aman minimal satu meter. Ini (kebijakan) juga berlaku untuk ibadah di musalah,” ungkap Fesal.

Untuk ceramah jelang salat tarawih, lanjut Fesal, durasi maksimal hanya 15 menit. Itu untuk meminimalisir potensi penularan covid-19 melalui droplet (cairan pernafasan). Kebijakan itu juga berlaku untuk pengajian, taushiyah, kultum ramadan, kuliah subuh di masjid.

“Mudah-mudahan kebijakan ini bisa melindungi kita dari risiko penularan Covid-19. Saya imbau jamaah maupun pengurus masjid untuk mematuhinya. Agar kita tetap aman, sehat sehingga bisa semakin khusyuk menjalankan ibadah,” kata Fesal.

Terpisah, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan panduan ibadah selama bulan ramadan April-Mei 2021 merupakan kebijakan penting dalam rangka melindungi masyarakat dari intaian covid-19 yang masih mewabah. “Saya sudah instruksikan seluruh jajaran termasuk seluruh pengurus masjid agar menegakkan prokes di rumah ibadah. Harus patuh aturan yang telah dikeluarkan pemerintah,” ujarnya.

Untuk pelaksanaan salat tarawih di masjid, Pemkot Kendari telah memberikan izin jauh hari sebelum diterbitkannya Surat Edaran Menteri Agama RI tentang panduan beribadah selama ramadan. “Masyarakat kami izinkan ibadah salat tarawih berjamaah di masjid. Tetapi menerapkan protokol kesehatan. Bagi yang kurang fit sekiranya bisa beribadah di rumah saja,” kata Sulkarnain Kadir.

“Khusus penyelenggara (masjid), saya sudah instruksikan agar jamaahnya tidak melebihi separuh kapasitas masjid. Makanya saya sarankan agar memanfaatkan pelataran untuk mengantisipasi lonjakkan jamaah,” kata Sulkarnain Kadir.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra, Nur Endang Abbas mengatakan, setiap ASN lingkup Sultra yang beragam Islam harus melaksanakan kewajiban ibadah. Bukan saja berpuasa ramadan tetapi juga menunaikan salat lima dan salat tarawih. “Di lingkup Sekretariat Daerah (Setda) Sultra telah disediakan masjid di kawasan kantor gubernur untuk ASN menjalankan ibadah salat. Tetapi untuk salat tarawih, ASN dapat melakukan di masjid-masjid terdekat di sekitar tempat tinggal,” ujarnya.

Kata Endang, salat berjamaah dapat dilaksanakan namun jamaahnya harus terbatas dan jaraknya diatur. Minimal satu sampai satu setengah meter antar jamaah. Pelaksanaan saalat tarawih merujuk pada protokol kesehatan secara ketat.

Untuk diketahui, Kemenag menerbitkan surat edaran Nomor 03 Tahun 2021 tentang panduan ibadah ramadan dan idul fitri 1442 hijriah. Selain mengatur soal pelaksanaan salat tarawih, kebijakan itu juga mengatur pelaksanaan ibadah salat idul fitri. Pelaksanaannya dapat dilakukan di masjid atau di lapangan terbuka dengan prokes secara ketat, kecuali jika perkembangan Covid-19 meningkat berdasarkan pengumuman Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk seluruh wilayah atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing. (ags/rah/b)

Jamaah Tdak Melebihi Separuh Kapasitas Masjid

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy