Mewujudkan Perilaku Peduli Perubahan Iklim, Oleh : Satya Darmayani, S.Si.,M.Eng – Kendari Pos
Opini

Mewujudkan Perilaku Peduli Perubahan Iklim, Oleh : Satya Darmayani, S.Si.,M.Eng


Refleksi Peringatan Hari Bumi

KENDARIPOS.CO.ID — Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap tahun. Tepatnya, tanggal 22 April dan diperingati secara internasional. Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia yaitu bumi. Hari bumi dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada tahun 1970 seorang pengajar lingkungan hidup. ide ini pertama kali bermula ketika dia berpidato di negara bagian Seattle 1969 yang dimana dia membahas tentang desakan memasukan isu-isu kontroversial diantaranya tentang bumi.

Satya Darmayani, S.Si.,M.Eng (Dosen Tetap di Institusi Poltekkes Kemenkes Kendari, Jurusan Teknologi Laboratorium Medis)

Selanjutnya disebarluaskan akan diadakannya Hari Bumi sedunia tanggal 22 april 1970. Apa yang terjadi pada tanggal tersebut, 20 juta orang turun ke jalan-jalan kota, sehingga Senator Gaylord Nelson berucap “fenomena ini sebagai ledakan akar rumput yang sangat mencengangkan dunia.

Kebanyakan yang ikut memperingati hari BUMI sedunia adalah pelajar, mahasiswa, sarjana atau orang berpendidikan yang juga memprotes tentang gerakan anti perang, membela hak2 sipil, mereka sepenuhnya mendukung keselarasan para aktifis yang membela lingkungan hidup dan yang memperjuangkannya agar Bumi ini menjadi lebih baik dan tidak tercemar.

Agenda ini kemudian menjadi agenda tahun di Amerika yang kemudian diperingati sebagai HARI BUMI SEDUNIA. Hari bumi sedunia memang unik, lihat saja peserta pertama kali 1970 sudah sebesar 20 juta orang, dan diperkirakan sekarang sekitar 500 juta lebih yang memperingatinya.

Hari Bumi Se-Dunia menjadi momentum yang tepat untuk semua orang kembali merenungkan kondisi planet yang seluruh manusia bisa huni sekarang. Konflik lahan antara petani dengan perusahaan masih kerap terjadi di seluruh penjuru bumi. Pemanfaatan sumber daya alam yang terkandung di dalam dan di atas permukaan bumi secara rakus mengakibatkan kerusakan yang sulit dibenahi.

Hari ini bumi semakin tua-renta. Laju perubahan iklim semakin cepat menanjak dipicu dengan peningkatan pelepasan karbon dari permukaan bumi bagaikan menghamburkan biang penyakit di rumah sendiri. Ibarat sebuah rumah, bumi adalah hunian termewah yang mendukung dan menampung kehidupan manusia. Seluruh komponen benda hidup (biotik) dan benda tak hidup (abiotik) ada di bumi. Keberlangsungan hidup anak kita hingga keturunan generasi selanjutnya ke depan adalah dampak dari apa saja yang dilakukan seluruh umat manusia hari ini.

Oleh sebab itu, demi mencegah kekhawatiran dan untuk melakukan usaha mematikan penyakit kerusakan yang dilakukan di planet yang sering kita sebut “Bumi” akibat mengedapankan tujuan ekonomi semata harus segera dihentikan dan dipulihkan secepatnya. Karena Pelestarian lingkungan hidup bukan merupakan tanggung jawab perorangan saja, namun merupakan kesadaran dari semua pihak secara bersama-sama.

Upaya yang paling tepat adalah manusia beradaptasi dengan datangnya perubahan iklim, manusia merubah perilakunya untuk selalu peduli kepada lingkungan khususnya perubahan iklim. Cara tepat manusia beradaptasi terhadap perubahan iklim adalah dengan merubah perilaku untuk selalu peduli dan cinta pada lingkungan. Berikut ini disajikan beberapa cara agar kita dapat melakukan kegiatan pedul terhadap perubahan iklim.

Perilaku Peduli Perubahan Iklim. 1) Hemat Penggunaan Air. Menggunakan air secukupnya. Gunakan ulang sisa air untuk menyiram tanaman.
Memanen air hujan. Mengontrol saat pengisian air. 2) Membuang Sampah pada Tempatnya. Prinsip 3 R (reuse, recycle, reduce). Pilihlah makanan yang kemasannya minimalis. Menggunakan barang daur ulang.

3). Kurangi Polusi Udara. Jaga kondisi kendaraan dalam performa terbaik. Merokok di tempat yang sudah disediakan. Jangan melakukan pembakaran. 4). Jalani gaya hidup sehat dan sederhana. Konsumsi makanan dan minuman sesuai standart kesehatan. Menjadi seorang minimalis.
Meminimalisir pembelian barang-barang baru. Persiapkan diri saat makan di restoran/berbelanja di Mall Konsumsi produk-produk lokal.

5). Melakukan Penanaman Pohon. Efektif/mengurangi emisi gas rumah kaca. Pohon berfungsi sebagai pendingin rumah, penahan terjangan angin, peredam suara, penyerap debu Cadangan pangan dan kayu. 6) Berpikir organik (alami). Usahakan bebas zat kimia (murah dan tanpa efek samping). Gunakan bumbu masak dari alam. Gunakan pupuk kandang dan kompos sebagai hasil daur ulang. Gunakan insektisida/pengusir nyamuk alami (seperti selasih, lavender, serai wangi, akar wangi, dan suren).

7). Tidak menggunakan peralatan yang dapat merusak lingkungan. Pendingin ruangan yang tidak menggunakan freon dan zat pencemar lain
Kulkas yang tidak menggunakan freon dan zat pencemar lain. 8) Peduli dan ikut serta dalam menjaga lingkungan. Peduli terhadap sesama warga
Kembangkan kegiatan gotong-royong. Peka terhadap perubahan. Solusi bersama menyelesaikan masalah lingkungan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy