Jihadisme dan Impian Surga, Oleh : Muragmi Gazaly – Kendari Pos
Opini

Jihadisme dan Impian Surga, Oleh : Muragmi Gazaly

KENDARIPOS.CO.ID — Istilah “jihadisme” dalam tulisan ini adalah gerakan yang mengidentikan dirinya sebagai pembela agama Islam dengan cara kekerasan (radikalisme atau terorisme) yang telah menjadi frasa negatif akibat dari realitas gerakan mereka yang destrukrif. Dalam Islam memang terdapat konsep jihad, namun disalahtafsirkan pemahamannya bahkan sampai pada implementasinya oleh sebagian kecil kelompok yang ingin mengeksistensikan diri sebagai gerakan fundamental Islam.

Muragmi Gazaly (Dosen IAIN Kendari)

Olehnya itu, tidaklah sepenuhnya keliru kalau sebagian besar masyarakat dunia tidak bisa membedakan antara teroris dengan jihad, karena simbol-simbol yang dipakai oleh teroris ini adalah simbol-simbol agama tertentu, yang secara spesifik pada agama Islam dan memang dalam Islam terdapat konsep jihad itu. Meskipun banyak tindakan teroris juga terjadi di luar kelompok agama tertentu yang didasar pada kepentingan politik dan kekuasaan. Tapi pertanyaannya mengapa radikalisme / terorisme yang dikaitkan dengan agama tertentu justru lebih banyak dan dominan terjadi belakangan ini?

Tujuan Politis

Istilah radikalisme mulai muncul di akhir abad 18 di Eropa yang disematkan pada kelompok yang mengingingkan perubahan politik secara ekstrim dan total. Mereka menginginkan perubahan sistem kekuasaan dan kebebasan rakyat sehingga memicu pergolakan dan revolusi di Inggris dan Perancis. Jadi radikalisme pada awalnya dipahami sebagai ideologi liberal dan progresiv yang menginginkan perubahan politik secara revolusiner yang ditandai dengan munculnya tindakan pemaksaaan dan kekerasan. Jadi dapatlah difahami bahwa sesungguhnya radikalisme berawal dan tumbuh pada dunia politik.

Ranah Ideologis

Seiring dengan perjalanan waktu sampai pada masa belakangan ini Istilah radikalisme terjadi pada bidang sosial keagamaan. Radikalisme disematkan kepada mereka atau kelompok yang memiliki keyakinan atau teguh pada keyakinan dan ideologi yang dianutnya secara kaku. Akibatnya, mereka atau kelompok tersebut cenderung menyalahkan atau menganggap keliru terhadap kelompok lain. Mereka kaku dalam memahami ajaran agama baik secara tekstual maupun kontekstual.

Dalam ajaran Islam dikenal dengan istilah “munkar”. Kemungkaran harus diluruskan. Hal tersebut selalu didasarkan pada hadist Rasulullah saw: “Barangsiapa yang melihat kemungkaran hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Apa bila tidak sanggup, maka dengan lisannya. Dan apabila dia tidak sanggup, maka dengan hatinya. Dan yang demikian itu selemah-lemahnya iman (HR. Muslim)

Cara-cara untuk meluruskan kemungkaran itu dalam Islam itu dianjurkan secara damai. Namun, karena mereka dalam memahami agama dangkal dan kaku sehingga praktek pencegahan kemungkaran yang dilakukan seringkali melalui kekerasan. Akibat lebih jauh dari tindakan mereka itu telah berubah menjadi “terorisme” (al-irhabiyyah).

Secara umum orang memahami terorisme sebagai suatu faham yang melakukan aksi atau tindakan dengan menggunakan kekerasan, ancaman untuk menimbulkan rasa ketakutan. Wujud teror mereka itu bisa berupa pengeboman, pembunuhan, pembajakan pesawat dan bentuk-bentuk aksi lainnya yang menakutkan. Karena beberapa tahun belakangan ini banyak kelompok teroris yang mengatasnamakan agama tertentu (khususnya Islam) yang dicirikan dengan penggunaan simbol-simbol agama dan pernyataan misi dan landasan mereka berdasarkan ideologi agama, sehingga pelabelan teroris ini betul-betul menyudutkan penganut agama Islam.

Bahkan semakin kuat tekanan dan provokasi terhadap upaya memarginalkan nilai-nilai ajaran Islam oleh pihak tertentu (yang diduga sebagai anti Islam) yang sangat kontradiktif dengan ajaran Islam yang sesungguhnya, dimana Islam mengajarkan perdamaian, kesantunan dan kelemahlembutan. Hal inilah yang menyebabkan penggunaan kata “terorisme” dikaitkan dengan agama tertentu dianggap bias (berat sebelah) dan menyudutkan.

Jihad Bukan Teroris

Bagi orang awam dalam pemahaman agama mungkin tidak akan dapat memfilter pemahaman jihad yang benar. Itulah yang diduga, banyak orang-orang yang berusia muda terekrut dengan mudah dengan pemahaman yang salah pada jihad dalam Islam. Kata kunci yang menjadikan jihad memiliki daya pikat adalah “surga (jannah)”. Ini yang membuat pikiran mereka terhipnotis lalu terimaginasi mudahnya masuk surga dengan jalan pintas. Ingat peristiwa bom bunuh diri oleh seorang pemuda di Indonesia tahun 2009 lalu ?

Sehari sebelum melakukan aksi bunuh diri, beredar videonya yang berisi statement rencana jihad dengan keyakinan akan surga yang dijanjikan Allah. Naudzubillah. Tapi, apakah benar keyakinan mereka atas jihad yang dilakukan itu merupakan jembatan ke surga? Kalau ternyata mereka salah, maka merugilah mereka di hadapaan Allah, begitu besar dosa yang mereka lakukan, dan menjadi catatan bagi orang-orang bahwa mereka adalah teroris, bukan pelaku jihad.

Mari kita lihat bagaimana tindakan mereka apakah tergolong jihad atau teroris. Pertama, tindakan yang mereka itu merusak (ifsad) dan anarkis/chaos (faudha). Sedangkan sifat dari jihad adalah melakukan perbaikan (islah) sekalipun dengan cara peperangan. Sudah jelas perbedaannya, antara merusak dan memperbaiki. Kedua, mereka menciptakan rasa takut dan menghancurkan pihak lain. Sedangkan jihad bertujuan membela agama Allah dan membela hak-hak pihak yang dizalimi. Dan Ketiga, gerakan terorisme itu dilakukan tanpa aturan dan sasaran tanpa batas, sedangkan jihad dilakukan dengan mengikuti aturan yang ditentukan oleh syari’at dengan sasaran musuh yang sudah jelas.

Intinya, mari kita melakukan kebaikan dan amal shaleh semaksimal mungkin. Termasuk menjaga kesucian diri dan mengendalikan hawa nafsu. Ingat tuntunan Rasulullah saw bahwa jihad yang besar adalah mengendalikan hawa nafsu. Jauhkanlah mimpi . mendapatkan surga dengan jalan pintas dan sesat. Suatu pernyataan yang menarik dari Gamal Al Banna: “Jihad hari ini tidak mengharuskan kita mati di jalan Allah. Akan tetapi bagaimana supaya kita bisa tetap hidup di jalan Allah. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy