Habis Rp 5 Juta, Sertifikat tak Terbit – Kendari Pos
Kolaka Utara

Habis Rp 5 Juta, Sertifikat tak Terbit

KENDARIPOS.CO.ID— Asriani, warga Desa Latali, Kecamatan Pakue Tengah, melaporkan seorang oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kolaka Utara (Kolut) inisial IS terkait penipuan pembuatan sertifikat ke kantor Polres Kolut. Versi Asriani, terlapor meminta uang jutaan rupiah pada dirinya untuk pengurusan bukti kepemilikan lahan, namun hingga kini tak kunjung tuntas.

Kasubag Humas Polres Kolut, Kompol Irbar menjelaskan, awalnya yang menemui korban adalah rekan terlapor untuk melakukan pengukuran lahan yang akan dibuatkan sertifikat. Namun, saat itu Asriani mengaku belum punya uang untuk biaya pengukuran tanah. “Saat itu, terlapor menghubungi korban dan agar melunasi uang pengukuran saja dulu sebesar Rp 600 Ribu,” ungkap Irbar, Rabu (21/4).

Selang beberapa hari berikutnya, Asriani kemudian kembali mendapat telepon dari IS yang mendesak agar segera melunasi biaya pembuatan sertifikat tersebut sebesar Rp 4,4 juta. IS beralasan, jika tidak segera dilunasi maka dokumen tersebut tidak bisa diproses lagi. Korban pun berupaya dengan melakukan transfer uang ke rekening milik IS sebesar Rp 4,4 juta pada 8 April. Pada 13 April, Asriani masih sempat menanyakan hal itu kepada IS dan dijanji akan segera dibawakan surat keterangan yang diminta korban mengingat sertifikatnya belum tuntas. “Setelah itu IS tidak bisa dihubungi lagi dan tanpa kabar,” ucapnya.

Korban pun langsung ke kantor BPN Kolut mempertanyakan sertifikatnya. Namun sayang, jangankan bukti lembaran, permintaan pembuatan saja belum terdaftar di instansi vertikal tersebut. IS juga disampaikan sudah tidak bekerja di kantor itu. “Pihak BPN tidak bertanggung jawab atas perbuatan IS dan korban pun merasa dirugikan dan melapor ke kantor kami,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Seksi Penetapan pada BPN Kolut, Muhtar, yang ditemui di kantornya justru tak memelihatkan itikad baik saat hendak dikonfirmasi. Ia menolak keberadaan Id Card wartawan, terkecuali surat tugas. Pengambilan gambar juga sempat dihalang-halangi salah satu pegawai. Meski begitu, ia mengaku, IS merupakan honorer lepas dan sudah dikeluarkan dengan alasan yang tidak ketahui penyebabnya. “Sudah dipindahkan ke Kolaka dua bulan lalu, sebelum saya menjabat,” sanggahnya.

Usai dikonfirmasi, Muhtar tetap ngotot dan tak memperbolehkan mengambil gambar kantornya meskipun itu masuk dalam ruang publik, termasuk papan nama instansi dan lainnya. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy