Data Tempat Usaha dan Rumah Miliki Apar – Kendari Pos
Bau-bau

Data Tempat Usaha dan Rumah Miliki Apar

KENDARIPOS.CO.ID– Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Baubau terus berupaya mencegah potensi kasus kebakaran. Setiap tempat usaha dan rumah diwajibkan memiliki Alat Pemadam Api Ringan (Apar), sesuai Peraturan Daerah (Perda) NO. 9 Tahun 2011 tentang retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran. Namun langkah itu belum maksimal sehingga Damkar melakukan pendataan kepemilikan Apar.

“Pendataan ini untuk melihat jumlah masyarakat yang belum memilki Apar dan yang sudah memiliki. Sehingga dari situ bisa dilakukan tindaklanjut,” kata Kepala Damkar Baubau, MZ Tamsir Tamim saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

MZ Tamsir Tamim

Lanjutnya, setiap tempat usaha wajib menyiapkan atau memiliki Apar. Begitu pula dengan rumah masyarakat. Hal itu diatur dalam Perda, yang menyebut setiap tempat usaha wajib menyediakan Apar. “Tentu itu untuk pertolongan mengantisipasi kejadian kebakaran,” ucapnya.

Pihaknya menurunkan tim dari Damkar untuk melakukan pendataan. Kalau ada tempat usaha yang belum memiliki Apar maka akan diberikan surat teguran. Saat pendataan, pihaknya sekaligus mengedukasi masyarakat tentang penggunaan Apar, mengingat masih awam bagi masyarakat.

“Bahkan ada masyarakat yang tidak tahu di mana tempat melakukan isi ulang ketika tabung Apar kosong. Ada masyarakat yang hanya tahu beli. Makanya melalui pendataan ini, kita sekaligus lakukan edukasi,” ucapnya.

Warga diajar cara penggunaan Apar. Pihaknya baru menuntaskan pendataan di Kecamatan Wolio dan mulai masuk di Kecamatan Murhum. “Saya belum bisa pastikan, sampai kapan pendataan kita lakukan. Yang jelas kita rencananya sampai selesai di seluruh Baubau,” pungkasnya. (ahi/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy