Agista Ariany Bombay, S.E Inspiratif dan Berjiwa Pemimpin – Kendari Pos
Kartini

Agista Ariany Bombay, S.E Inspiratif dan Berjiwa Pemimpin

KENDARIPOS.CO.ID– Setiap tanggal 21 April diperingati Hari Kartini.
Ini menjadi momen tentang peran dan kekuatan perempuan di Indonesia. Kegigihannya mewujudkan agar kaum perempuan bisa bersekolah dan mendapatkan pendidikan setara dengan pria patut diapresiasi dan dijadikan teladan bagi kita semua. Perjuangan Kartini dalam hak perempuan untuk dapat belajar dan berkarya kini membuahkan hasil manis untuk para wanita Indonesia.

Kartini melahirkan perempuan-perempuan hebat masa kini yang turut memperjuangkan hal-hal penting lainnya. Tim Kendari Pos memilih beberapa sosok perempuan yang dinilai cocok disebut sebagai Kartini masa kini, yang tidak sekadar pintar, tapi juga menginspirasi. Salah satunya, Agista Ariany Bombay, SE.

Agista Ariany Bombay

Siapa yang tak kenal dengan Agista Ariany ? Beliau adalah istri dari Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) dua periode H. Ali Mazi, SH. Wanita kelahiran Gorontalo, 21 April 1976 ini kini menduduki pucuk pimpinan lembaga sebagai Ketua TP-PKK Prov Sultra, Ketua Dekranasda dan Ketua Umum KONI Provinsi. Agista salah satu perempuan yang sangat tegas dan inspiratif. R.A Kartini bagi dia adalah salah sosok perempuan pejuang Indonesia yang menginspirasi dalam memberikan gagasan, berpendapat dan melalukan aksi nyata melalui berbagai tugas yang diemban. “Saya sangat mengapresiasi perjuangan Kartini dan pejuang-pejuang perempuan lainnya di Indonesa seperti Nyi Ageng Serang, Dewi Kartika, Cut Nyak Dien, Keumalahayati dan Maria Walanda Maramis,” kata Agista mengawali perbincangan.

Menurut Agista, wanita harus kuat dan tangguh layaknyaseorang laki-laki
atau pria. Wanita kini tidak lagi dianggap lemah dan hanya mengharapkan bantuan dari laki-laki atau pria, tetapi wanita bisa berdiri sendiri dan bisa membantu laki-laki atau pria. “Wanita tidak lagi seperti kita bayangkan di rumah saja, hanya mengharapkan suami dan tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi, Kartini masa kini lebih tangguh, mengisnpirasi dan berjiwa pemimpin. Wanita tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak wanita yang
bisa berprestasi juga akibat ketangguhannya,” jelasnya.

Bagi Agista, menjabat sebagai Ketua KONI dan Ketua PKK, tentu membutuhkan energi besar dalam memimpin. Apalagi KONI adalah organisasi yang selama ini dikenal sangat maskulin. Sebagai organisasi yang independent dan professional, maka memimpinnya membutuhkan pendekatan dan strategi khusus tentunya. Mengembangkan nilai-nilai keberagaman, akuntabilitas, transparansi, sikap saling menghormati dan
menjunjung tinggi sportifitas adalah nilai-nilai yang mesti ditanamkan dalam dada, yang harus dimiliki oleh setiap orang yang terlibat dalam
organisasi ini.

Secara teknis, kata dia, PKK dan KONI adalah dua lembaga memiliki ciri khas yang sangat berbeda. KONI terkesan sebagai organisasi maskulin, sementara PKK identik dengan organisasi feminin. Namun semuanya tergantung bagaimana memanage dengan baik lembaganya. Fungsikan semua unsur-unsur pelaksana, pengurus didalamnya. Melakukan perencanaan, pembinaan dan pelaksanaan programprogram kerja sesuai dengan kebutuhan, baik kebutuhan masyarakat secara umum dan atau kebutuhan atlit. “Disitulah titik temu pengelolaannya.

Irisannya dalam memimpin kedua organisasi ini. Sebagai pemimpin, kita
hanya menggerakkan dan membina potensi yang ada. Bagaimana mengorganisir dan melakukan pembinaan serta pemberdayaan. Untuk PKK tentunya ditujukan menghimpun, menggerakkan dan membina potensi masyarakat, khususnya keluarga untuk terlaksananya program-program PKK,” jelas wanita yang hobi olahraga dan seni musik ini (uly).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy