53 Syuhada, 6 Cagub, Oleh : La Ode Diada Nebansi – Kendari Pos
Kolom

53 Syuhada, 6 Cagub, Oleh : La Ode Diada Nebansi

Winto : 53 Syuhada, 6 Cagub
Oleh : La Ode Diada Nebansi (Direktur Kendari Pos)

KENDARIPOS.CO.ID — Apapun penyebab tenggelamnya kapal selam Nanggala, nantilah tim ahli yang menyimpulkan. Yang pasti, 53 orang crew yang dinyatakan gugur, insya Allah, mereka adalah syuhada. Kata penceramah tarawih semalam, mereka yang gugur di bulan Ramadan diringankan dosanya kalau berdosa dan insya Allah, Jannah tempatnya. Tentu, mereka yang gugur.

La Ode Diada Nebansi

Jannah itu adalah mereka yang percaya berkah Ramadan dan mereka yang wajib puasa. Siapa yang wajib puasa? Kata Al Baqarah 183, mereka yang wajib puasa adalah orang-orang yang beriman. Siapa orang-orang beriman itu? Kata Alquran, orang-orang beriman itu adalah mereka yang kalau diperdengarkan nama-nama Allah SWT, bergetarlah hati mereka. Artinya? Artinya, kalau hatimu tidak bergetar saat diperdengarkan azan, maka kamu tidak wajib puasa. Kenapa azan? Ya, karena di dalam azan kan ada nama Allah SWT.

Tapi maaf, ini pengertian saya yang hanya hafal 3-Qul. Soal kebenaran hakikinya, dan anda ingin tahu, bertanyalah pada ahlinya. Tanya Da’i kek. Tanya Kiay kek. Tanya Ustadz kah. Pokoknya.

53 crew Nanggala yang gugur, pastilah mereka pahlawan. Pahlawan karena gugur dalam mengamankan wilayah NKRI. Gugur di medan juang. Ini pasti. Mereka pahlawan. Pasti.

Dan, ketahuilah, mereka semua meninggal dalam keadaan terhormat. Artinya apa? Artinya, saya, dia, kamu, dan kamu juga belum tentu meninggal terhormat. Oleh karena kematian adalah rahasia Allah, artinya, kita memungkinkan mati dalam keadaan hina. Tapi, kita semua berdoa, semoga kita semua meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin. Ini cerita tentang ujung dari perjalanan hidup yakni kematian dan gugur pahlawan.

Sekarang kita cerita kehidupan. Soal jabatan misalnya.

Jika jabatanmu adalah nelayan, maka ujung dari jabatan itu adalah mendapatkan tangkapan hasil laut sebanyak-banyaknya. Karena rezeki juga rahasia Allah SWT, maka kita pun yang nelayan berpotensi untuk tidak dapat hasil laut. Bisa mungkin, kamu nelayan, hanya dapat buah kelapa yang mengapung di pinggir pantai. Tapi kita semua nelayan berdoa agar mendapatkan hasil laut sebanyak-banyaknya.

Jika jabatanmu adalah petani, maka ujung dari jabatanmu adalah hasil panen tani yang melimpah. Oleh karena rejeki tani adalah rahasia Allah juga, maka memungkinkan tanamanmu ludes diserang ulat dan kamu tak dapat apa-apa. Tapi kita berdoa, semoga hasil tani melimpah ruah.

Jika jabatanmu adalah politisi, maka ujung dari jabatanmu adalah kekuasaan politik. Oleh karena kekuasaan politik juga rahasia Allah SWT, memungkinkan kamu berakhir gembel-kah, berakhir di RS Jiwa kah dan mungkin juga berakhir sebagai penguasa. Misalnya kamu Caleg. Bukankah ada mantan Caleg yang keliling di jalan sambil tendang-tendang kaleng susu? Bukankah ada mantan Caleg yang berdiri di marka jalan, di tengah taman kota, lalu ia berceramah dengan mengangkat tangan dan menunjuk kiri-kanan seolah tengah berceramah dan ternyata yang diceramahi adalah bunga-bunga dan tiang listrik? Tapi, kita semua berdoa, agar karier politik kita semua berakhir dengan merebut kekuasaan politik, dan kekuasaan itu kita manage dalam bingkai keridhaan Allah SWT. Ini juga Jannah.

Jika kamu memiliki jabatan sebagai calon kepala daerah, maka ujung dari jabatan itu adalah anda akan menjadi kepala daerah. Misalnya, anda calon Bupati, calon Gubernur maka ujung dari perjuangan itu adalah anda akan menjadi Bupati/Walikota atau Gubernur. Nah, di Sultra ini, untuk sementara, sesuai publikasi media, nampaknya beberapa di antaranya telah terdeteksi.

Calon Gubernur yang sudah memproklamirkan diri ada Kery Saiful Konggoasa yang balihonya sudah tersebar di mana-mana di Sultra ini. Ada Lukman Abunawas yang sudah memajang baliho dan kunjungan di mana-mana di Sultra ini. Ada Ridwan BAE yang sudah terpublish di media.

Calon gubernur yang belum terang-terangan namun sudah acap kali disebut ada Andi Sumange Rukka. Ada Umar Samiun. Terakhir, muncul nama LM Rusman Emba. Untuk sementara, enam orang itu yang disebut. Dan, naga-naganya, yang akan menjadi Gubernur pengganti Ali Mazi tak akan keluar dari enam orang ini.

Oleh karena mereka adalah orang-orang cerdas, mumpuni di bidangnya, di kitari orang-orang yang memiliki analisa politik, maka itu kita jangan membayangkan akan berujung seperti orang yang tak punya hitungan dan kecerdasan. Artinya, kalau merasa diri tak mampu merebut kemenangan, maka yakinlah, mereka sangat memungkinkan untuk mundur secara elegan, mundur selangkah dengan mengambil jalur politik lain karena kekuasaan politik itu bukan saja Gubernur, bukan saja Bupati/Walikota tapi masih ada medan tarung politik lainnya, yakni, DPR-RI, DPD, memutuskan untuk menjadi King Maker dengan tujuan akhir: SAYA MEMILIH JADI ORANG YANG DEKAT KEPALA DAERAH.

Untuk Bupati atau Walikota di Sultra ini, juga sudah ada beberapa yang mempersiapkan diri. Di Kota Kendari misalnya. Ada Sulkarnain, ada Abdul Razak, ada Aksan Jaya Putera dan ada Siska Karina Imran. Mungkin juga Giona Nur Alam. Di Muna, sudah tegas: ada LM Rajiun Tumada. Mungkin juga LM Baharuddin. Di Buton Utara, kayanya, mantan Ketua DPRD Butur, Rukman Basri.

Di Buton Tengah, Samahuddin masih akan bertarung. Siapapun lawan yang tampil, mau ringan, mau berat, Samahuddin tetap akan tampil. Di Wakatobi, mudah-mudahan Ilmiaty Daud masih bersedia menjadi kosong duanya Haliana. Di Buton, La Bakry sudah mempersiapkan segala sesuatunya walaupun kalau ditanya soal peluang periode keduanya ia hanya memberi senyum simpul.

Di Konawe, nampaknya masih akan ditentukan oleh restu Kery Saiful Konggoasa. Dan, restu itu akan mengarah ke salah satu: Gusli Topan Sabara atau Ardin. Kayanya begitu. Di Bombana, Kolaka, Koltim, Konut dan Kolut saya ndak tahu. Saya belum punya data untuk lima daerah ini.

Terakhir, Muna Barat. Bagaimana dengan Muna Barat? Karena Muna Barat itu daerah kelahiran saya, tentu kalian tahu-lah. Saya punya keyakinan jika kalian mendiskusikan Muna Barat pasti akan berakhir dengan kesimpulan seperti ini: Tidak Mungkin To Dia Mau Tulis Dirinya. (nebansi@yahoo.com)

Muna Barat Bagiannya Yang Menulis

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy