KENDARIPOS.CO.ID–Dua pekan lagi, umat muslim akan memasuki bulan Ramadan. Biasanya momen itu dimanfaatkan warga untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga. Termasuk kebutuhan pangan. Kendati demikian, pemerintah menyarankan warga untuk tidak belanja berlebihan. Apalagi sampai panic buying. Itu penting agar neraca kebutuhan pangan terjaga.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan panic buying jelang ramadan berpotensi memicu kelangkaan dan kenaikan terhadap sejumlah komoditas pangan. Oleh karena itu, dia meminta warga untuk tetap tenang dan berbelanja sesuai dengan kebutuhannya.

Ilustrasi Sembako

“Menyambut ramadan ini masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan bahan pokok di pasaran. Masyarakat tenang saja dan jangan Panic Buying,” ujarnya, kemarin.

Komoditas Pangan di Kota Kendari
Beras Surplus 547,73 Ton
Jagung Surplus 12,67 Ton
Bawang Merah Surplus 26,85 Ton
Bawang Putih Surplus 21,73 Ton
Cabai Besar Surplus 8,05 Ton
Cabai Rawit Surplus 0,11 Ton
Daging Sapi/Kerbau Surplus 6,91 Ton
Daging Ayam Ras Surplus 10,93 Ton
Gula Pasir Surplus 44,55 Ton
Minyak Goreng Surplus 13,83 Ton

Untuk memastikan ketersediaan pangan di pasaran tetap terjaga, dia telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPd) terkait untuk melakukan kontrol dan turun langsung dilapangan (pasar). “Saya sudah perintahkan Dinas Perdagang, Dinas Perindustrian dan Dinas Ketahanan Pangan untuk memastikan kebutuhan pangan warga tersedia. Baik dari sisi stok atau pasokan maupun dari keterjangkauan harganya,” kata Sulkarnain.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kendari, Hasria memastikan kebutuhan pangan warga metro selama ramadan masih tercukupi. Apalagi komoditas komponen kebutuhan pokok masyarakat masih dalam keadaan surplus. “Semua masih tersedia. Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak belanja berlebihan agar ketersediaan bahan pokok tetap terjaga selama bulan ramadan,” kata Hasria. (b/ags)