KENDARIPOS.CO.ID — Semakin mempesona, Kawasan Pesantren Ummusshabri yang didesain/ditata berdasarkan master plan. Hal ini disesuaikan dengan pengembangan tata ruang kota metropolitan. Untuk itu Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) melalui Ditlantas Polda Sultra menetapkan Ummusshabri sebagai kawasan Sekolah Berkesalamatan yang pertama di Sulawesi Tenggara.

Ketua Yayasan Ummusshabri bersama Dirlantas Polda Sultra,Kombes Pol.Rahmanto Sujudi,SIK.,usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman

Hal itu ditandai dengan dilaksanakannya Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Ditlantas Polda Sultra dengan Yayasan Ummusshabri Kendari.Yakni berkaitan dengan Sekolah Berkeselamatan dan Desiminasi Pendidikan Lalu Lintas ke dalam Kurikulum. Kegiatan ini berlangsung di halaman Madrasah Terpadu Yayasan Ummusshabri Kendari pada tanggal 16 Maret 2021.

Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari Dr. Supriyanto, MA mengapresiasi dan menyambut baik program ini. Yakni Ummusshabri ditunjuk oleh Polda Sultra sebagai pilot project kawasan sekolah/madrasah berkeselamatan serta penerapan desiminasi integrasi pendidikan lalu lintas yang dimasukkan ke dalam muatan kurikulum.
Untuk sampai pada penandatangan nota kesepahaman ini telah melalui proses diskusi dan silaturrahmi yang insten antara yayasan Ummusshabri dan ditlantas Polda Sultra.

“Penandatanganan ini saya ibaratkan seperti pengantin yang sedang Ijab-Qabul.Dimana akad itu harus didasarkan adanya saling mencintai dan memahami yang dibingkai dengan nilai ketulusan dan keihlasan agar tercipta suasana yang harmonis. Karenanya nota kesepahaman keselamatan berlalu lintas ini jangan hanya dibatasi 2 tahun secara adminstratif.Akan tetapi untuk selamanya karena keselamatan merupakan kebutuhan seumur hidup, dengan demikian maka Ummusshabri ke depan menjadi Laboratorium disiplin berlalu lintas di Sulawesi Tenggara, “harapnya.

Menurutnya materi pendidikan berlalu lintas, sebaiknya tidak hanya melekat pada mata pelajaran PPKN akan tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran lainnya, seperti pendidikan Agama, bahasa dan lainnya.

Sementara Dirlantas Polda Sultra Kombes Pol. Rahmanto Sujudi, SIK dalam sambutannya mengatakan penandatanganan nota kesepahaman antara ditlantas Polda Sultra dan Yayasan Ummusshabri ini merupakan project perintis di Sulawesi Tenggara.Walaupun sebenarnya program yang sejenis di luar negeri sudah lama dilakukan, bahkan pendidikan kesadaran berlalu lintas sudah memiliki modul khusus yang tidak hanya terintegrasi pada mapel tertentu, tetapi sudah menjadi habit yang bisa dijumpai di lapangan.
“Di Indonesia pendidikan keselamatan berlalu lintas ini sangat penting karena angka kecelakaan berlalu lintas di Indonesia tergolong tertinggi di dunia, hal ini disebabkan masih rendahnya kesadaran disiplin berlalu lintas,” jelasnya.

Menurutnya bahwa kecelakaan lalu lintas tidak semata mata disebabkan oleh individu yang menjadi korban akan tetapi bisa disebabkan oleh pihak lain yang tidak memiliki kesadaran berlalu lintas. Untuk itu kita semua berkewajiban mensosialisasikan pentingnya kesadaran disiplin berlalu lintas kepada setiap orang.

“Karenanya saya menyambut baik keinginan Yayasan Ummusshabri agar kerjasama ini terus berlangsung, walaupun secara yuridis legalitas formalnya ditinjau setiap 2 tahun sekali,” paparnya.

Di sesi akhir kegiatan ini dilaksanakan simulasi Pembelajaran formal dengan materi integrasi pendidikan berlalu lintas ke dalam bahasa Inggris oleh guru MI Ummusshabri Tasman Sanhas, S.Pd kepada siswa (i) Madrasah Ibtidaiyah Ummusshabri.

Penandatangan nota kesepahaman ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Kepala Cabang Jasa Raharja, Kepala BPJN wilayah XXI Sultra, Kepala BPTD wilayah XVIII Sultra, Kakanwil Kemenag Sultra dan Kadis Dikbud Sultra, Kadis PU, Pejabat lingkup Ditlantas Polda Sultra, Pengurus Yayasan Ummusshabri, Tenaga Pendidik dan Kependidikan serta Siswa (i) lingkup Madrasah Terpadu Ummusshabri.(adv)