KENDARIPOS.CO.ID– Delapan aparatur sipil negara (ASN) Konut dijatuhi hukuman disiplin. Mereka terbukti melanggar netralitas ASN pada Pilkada 2020 lalu. Sanksi itu diputuskan melalui sidang dispilin ASN yang dipimpin Pj Sekda Konut, H. Kasim Pagala didampingi 14 anggota lainnya di Kantor Badan Kepegawain Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), 24 Maret.

Kepala BKPSDM, Moh. Nur Sain, melalui Sekretarisnya, Sofian menjelaskan oknum ASN yang dijatuhi hukuman disiplin sebanyak delapan orang. Tujuh diantaranya dijatuhi hukuman sangsi moral dengan membuat pernyataan secara terbuka. Sedangkan satunya diberikan sanksi disiplin sedang, berupa penundaan kenaikan gaji berkala (KGB).

“Kedelapan oknum ASN itu berinisial Di, Gu, DB, Pi, YK, Su, AA dan Hi. Sanksi bervariasi, tujuh sangsi moral dan satunya sanksi disipilin sedang,”sambungnya,(25/3). Sidang penjatuhan disiplin, hakim menilai kedelapan ASN terbukti melanggar Undang-Undang (UU) nomor 5 tahun 2014 tentang pegawai negri sipil, Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai, dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 42 tahun 2010 tentang pembinaan jiwa korps dan kode Etik PNS.

Penjatuhan sanksi sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS. “Ini merupakan komitmen Pemkab Konut dalam menata birokrasi ASN yang tidak tunduk dan patuh pada etika seorang ASN,”ujarnya. (min/c)