Stimulasi Produktivitas UMKM dan Pariwisata, Membangun Infrastruktur
KENDARIPOS.CO.ID — Wabah Covid-19 masih “betah” bercokol di tanah air termasuk di Kota Kendari. Terjangan Covid mempengaruhi seluruh sektor kehidupan mulai dari kesehatan, sosial maupun ekonomi. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir terus berupaya agar warganya tidak terbelenggu keterpurukan dihantam pandemi Covid. Beragam kebijakan ditelurkan untuk menjaga warga Kendari tak terbelit kesulitan ekonomi.

Sulkarnain Kadir

Sulkarnain Kadir memutuskan mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi saat ini. Upaya ini dilakukan selain untuk mempercepat penanganan pandemi, juga mendukung program strategis yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengungkapkan, pada tahun 2022, pihaknya masih fokus mendorong percepatan pemulihan ekonomi daerah yang terdampak covid-19. Menurutnya, pandemi yang terjadi selama setahun terakhir berdampak negatif pada seluruh sektor pembangunan di Kota Kendari. Salah satu upaya pemulihan ekonomi, kata Sulkarnain yakni melahirkan kebijakan pro rakyat untuk meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat. Seperti menstimulasi daya saing Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Diharapkan dinas terkait dan stakaholder lainnya bisa bersinergi untuk bersama-sama memiliki semangat pembinaan dan pendampingan kepada UMKM kita, agar bisa tetap tumbuh dan bersaing dengan pengusaha lain. Paling tidak bisa menangkap peluang bisnis yang ada,” kata Sulkarnain Kadir dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota Kendari di PlazaInn Kendari, Kamis (25/3) kemarin.

Selanjutnya, pemerintah berupaya menjaga dan memperkenalkan pariwisata kota kepada masyarakat luas. Menurut Sulkarnain, Kota Kendari memiliki potensi pariwisata potensial. Mulai dari wisata Pantai Nambo, Kebun Raya Kendari, wisata mangrove Bungkutoko, Jembatan Teluk Kendari, Masjid Al-Alam dan masih banyak lainnya.

“Potensi wisata kita sangat besar dan tidak kalah dengan daerah lain. Dan saat ini saya lihat sudah menggeliat. Mudah-mudahan ini bisa jadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah kita. Sehingga bisa menjadikan Kota Kendari sebagai lokomotif potensi pariwisata di Sulawesi Tenggara,” kata Sulkarnain.

Kemudian lanjut Sulkarnain, pihaknya pada 2022 mendatang masih akan terus menjaga iklim investasi. Upaya itu penting agar bisa membangkitkan gairah ekonomi daerah yang terdampak covid-19. Sulkarnain mengaku sudah memerintahkan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) untuk melayani masyarakat.

“Pemerintah harus menghadirkan perizinan yang mudah, cepat dan tepat waktu termasuk kepastian, persyaratan, dan biaya. Kalau bisa digratiskan. Hal itu supaya terbangun semangat masyarakat untuk berusaha. Agar bisa menghasilkan manfaat dan berkontribusi terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita,” kata Sulkarnain Kadir.

Di sisi lain, Sulkarnain Kadir juga akan fokus pada pembangunan infrastruktur dasar dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Misalnya, menghadirkan mall pelayanan publik, pembangunan rumah sakit, sarana air bersih, dan akses jalan baru untuk mendukung mobilitas warga serta distribusi barang dan jasa.

“Semua ide dan gagasan secara perlahan kita akan persembahkan untuk masyarakat kota Kendari. Secara perlahan kita mulai tahun ini (2021) dan Insya Allah di tahun 2022 sudah bisa dinikmati masyarakat. Sehingga komitmen untuk menjadikan Kendari sebagai kota layak huni berbasis ekologi (lingkungan), informasi dan teknologi bisa terwujud,” kata Sulkarnain Kadir. (ags/b)

Meningkatkan Pelayanan kepada Masyarakat