KENDARIPOS.CO.ID — Upaya Kapolda Sultra, Irjen Pol Drs Yan Sultra Indrajaya membangun kemitraan dengan insan tercoreng akibat perilaku oknum polisi yang tak bertanggungjawab. Jenderal bintang dua ini menyesalkan ulah tak terpuji bawahannya. Atas dasar itulah, ia pun memastikan akan menindak tegas oknum polisi yang menghambat dan menghalangi bahkan melakukan kekerasan terhadap jurnalis Berita Kota Kendari, Rudinan saat meliput aksi demonstrasi.

Irjen Pol Drs Yan Sultra Indrajaya

“Polda Sultra serta jajaran menyampaikan permintaan maaf atas kejadian ini. Dipastikan kasus kekerasan terhadap jurnalis akan lebih menjadi atensi kepolisian. Kita menyayangkan kasus seperti ini kembali terjadi, padahal wartawan adalah mitra kepolisian dalam menjaga kamtibmas,” kata Irjen Pol Drs Yan Sultra Indrajaya, Jumat (19/3).

Sebagai langkah tegas, dirinya telah meminta Bid Propam Polda Sultra untuk memeriksa serta mendalami kasus kekerasan terhadap jurnalis. Yang diduga melibatkan oknum aparat. Dipastikan kasus ini akan ditangani dengan serius. “Saat ini, Bid Propam sudah melakukan pemeriksaan terhadap oknum yang terlibat saat aksi unjuk rasa kemarin,” ujarnya.

Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Waris Agono menegaskan pihak Bid Propam Polda Sultra telah menangani kasus in untuk dilakukan pemeriksaan dan akan mengambil langkah lebih lanjut. “Sebagai Wakapolda sangat menyesal atas peristiwa ini dan meminta maaf, kemudian saya bertanggung jawab atas anggota saya,” tekannya.

Kabid Propam Polda Sultra, Kombes Pol Prianto Teguh Nugroho mengatakan tidak akan tinggal diam. Saat ini beberapa oknum polisi dan seorang satpam telah diperiksa. “Masih kita lakukan pemeriksaan terhadap enam anggota polisi dan satu orang satpam. Kasus ini masih kita dalami. Jika terbukti akan kita proses lebih lanjut. Bid Propam Polda Sultra akan mengusut dugaan pelanggaran oleh oknum polisi untuk dijatuhi sanksi sesuai kadar perbuatanya,” tegasnya.

Kapolres Kendari, AKBP Didik Erfianto mengaku akan mengawal proses pemeriksaan terhadap oknum yang diduga terlibat. Hal itu sebagai bentuk tanggungjawabnya sebagai Kapolres Kendari. Pada prinsipnya, apa yang terjadi dilapangan di luar dugaan karena tidak ada dalam SOP.

“Saya secara pribadi dan kedinasan menyampaikan permohonan maaf atas tindakan oknum anggota dan masalah ini akan diproses sesuai hukum yg berlaku dan akan menindak tegas pelakunya,” ujarnya.

Ketua PWI Sultra, Sarjono mengecam tindakan represif oknum polisi terhadap wartawan ketika sedang melakukan tugas peliputan aksi unjuk rasa di Kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari. Ia mendesak Kapolda Sultra untuk segera mengusut dan menindak oknum polisi pelaku kekerasan. “Kami meminta kepada semua pihak untuk menghargai wartawan dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik sesuai UU Pers No. 40/1999,” tandasnya. (b/ndi)