KENDARIPOS.CO.ID– Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di MTsN 1 Kendari dibuka mulai 1-13 Maret mendatang. Untuk tahun ini, ada kebijakan berbeda dilakukan sekolah yang dipimpin Mappataliang tersebut. Pihak sekolah memberikan kesempatan kepada calon siswa berprestasi untuk mendaftar tanpa tes. Terutama ditujukan kepada Tahfidz Qur’an. Mereka dipastikan akan lulus secara langsung. Kuota untuk orang-orang istimewa ini tidak terbatas.

Kepala MTsN 1 Kendari, Mappataliang mengungkapkan, penerimaan siswa baru, setiap tahun selalu memiliki mekanisme berbeda. Disesuaikan dengan kondisi. Kebijakan kali ini diambil untuk menyaring calon siswa berprestasi.

“Tahun ini, kami membuka pendaftaran melalui dua jalur. Yaitu, jalur afirmasi dan jalur tes. Untuk afirmasi terbagi 4 sesi, pertama jalur prestasi akademik dan non akademik 5% , jalur ekonomi atau tidak mampu 15% , jalur zonasi 15% , dan untuk Tahfidz Qur’an, kami tidak batasi. Artinya kami buka selebar-lebarnya bagi mereka yang memang mampu menghafal minimal satu juz. Itu sudah bisa diterima secara langsung, tanpa ada batasan sampai berapa yang diterima,” ungkap Mappataliang, Selasa (9/3).

Untuk jalur tes, kata dia, akan melihat seberapa besar peserta jalur afirmasi. Nantinya akan disesuaikan dengan jumlahnya nanti. Karena jalur tes ini, juga merupakan hal yang sangat penting dilakukan untuk mengukur kemampuan calon siswa.

“Jalur tes ini, hanya akan melengkapi jumlah yang telah didapatkan dari jalur afirmasi. Jika belum memenuhi kuota yang ditetapkan, maka jalur tes akan dibuka,” jelasnya.

Dijelaskan, untuk mekanisme seleksinya, masih menunggu arahan dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sultra, apakah akan dilaksanakan secara langsung di sekolah atau di rumah masing-masing.

“Saat ini kita masih menunggu instruksi dari Kemenag terkait dengan mekanisme pelaksanaan tes. Tetapi jika hal ini dilaksanakan di sekolah maka kemungkinan kita akan mengatur pelaksanaannya, agar siswa yang melaksanakan tes tidak datang satu kali. Supaya tetap ada jarak dan penggunaan protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Namun besar harapan kami, pelaksanaan tes dilakukan di sekolah, agar bisa mengontrol secara langsung calon siswa yang sedang melaksanakan ujian tes masuk,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kuota yang disiapkan yaitu sebanyak 350 orang. Pendaft yang telah menyetor berkas fisik berkisar 200 orang, dari total pendaftar online yang mencapai 300 orang lebih. (Ilw/c)