KENDARIPOS.CO.ID — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menargetkan berada di kepemimpinan nasional Presiden dan Wapres melalui pemilu 2024 mendatang. Misi itu, salah satu amanat Munas PKS 2020.

Ketua Departemen Ekonomi, BWP DPP PKS Koordinator Sulawesi Ustadz Rusdi Hidayat Jufri menyatakan banyak kalangan menilai PKS selama ini sedang wait n see, terus belajar bagaimana mengelola negara ini dengan benar, dan amanah. Dan waktu belajar sudah lewat “Saatnya menjalankan semua agenda pemenangan yang akan disepakati semuanya dalam bulan Maret di Rakernas PKS 2021,” katanya dan diperkuat Ketua DPW PKS Sulsel, Amri Arsyid.

Menurut Ustadz Rusdi, beberapa nama kader senior PKS sering disebut sebut oleh pengurus partai, di antaranya Habib Salim Segaf Al Jufri, Ketua Majelis Syuro PKS, yang juga mantan Menteri Sosial dan Dubes Indonesia untuk Arab Saudi, Ahmad Heryawan (mantan Gubernur Jawa Barat dua periode), serta Presiden PKS H Ahmad Syaikhu (anggota DPR RI) yang terkenal sebagai penggiat UMKM dengan komunitas “Asyikpreneur”.

Selain itu, ada beberapa nama lain yang sangat layak untuk disandingkan dengan PKS, karena memiliki visi misi yang sama yakni Andi Amran Sulaiman (mantan Menteri Pertanian) yang juga pengusaha sukses yang sangat dekat dengan ummat.

Yang pasti, kata Rusdi, keterwakilan Indonesia bagian Timur, mutlak dbutuhkan. Bukan hanya terkait geopolitik, tetapi juga terkait budaya politik. Perpaduan budaya Timur Barat, seharusnya bisa menjadi kolaborasi dan mewakili semangat gotong royong.

Amran Sulaiman

Sehingga ia melihat kehadiran sosok Salim Segaf Al-jufri yang sangat mewakili eksistensi dari organisasi Islam, baik tradisional maupun yang modern. Dan akan menjadi sangat mandiri dan profesional, jika bisa dipasangkan dengan pengusaha sukses, pejuang ekonomi umat dan rakyat, semisal Andi Amran Sulaiman.

“Ini akan sangat menarik jika 2 sumber daya yang kuat menyatu, ekonomi dan ummat yang merindukan perubahan”, tandasnya. Ustadz Rusdi menambahkan, kekuatan jaringan luar negeri, khususnya Qatar dan Saudi Arabia dimiliki kedua tokoh itu. Dengan Raja Salman, Salim Asegaf dekat, khususnya ketika menjadi duta besar di Saudi Arabia. Kala itu Raja Salman masih menjabat sebagai gubernur.

Sedangkan jaringan Andi Amran Sulaiman, tapak jejaknya sudah demikian luas hingga ke luar negeri. Apalagi prestasinya sewaktu menjabat Menteri Pertanian demikian mencorong.

“Beliau juga dikenal bersih dan sangat tegas dalam melawan kebatilan seperti memberantas mafia pangan”, katanya.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Sulsel Amri Arsyid menjelaskan walau masih membutukan penggodokan mendalam dan prosedur yang panjang, nama Andi Amran Sulaiman dalam internal PKS Sulsel memang telah masuk dalam radar sebagai pendamping Habib Salim.

Menurutnya, figur Andi Amran Sulaiman saat ini cukup kuat di Indonesia Timur pasca mulai meredupnya tokoh-tokoh besar dari Indonesia Timur lainnya.

“Kita membutuhkan ketewakilan antara Barat dan Timur Indonesia, dan di sana dalam radar kami, nama Andi Amran Sulaiman cukup representatif”, imbuhnya. (ris)