KENDARIPOS.CO.ID — Gelombang pertama program vaksinasi covid-19 di Kota Kendari mulai menyasar petugas publik dan lansia. Tercatat sekira 7.290 orang yang menjadi target pemberian vaksin bermerk sinovac itu. Kemarin, sejumlah perwakilan petugas publik dan lansia mengikuti vaksinasi di Private Medical Care Center (PMCC) RSUD Kendari. Upaya itu dilakukan untuk melindungi para insan pelayanan publik dan lansia dari potensi penularan wabah yang menyerang sistem pernapasan itu.

Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menjadi orang pertama yang mewakili petugas publik menerima suntikan vaksin sinovac. Sebelum penyuntikkan, Siska melakukan registarasi atau klarifikasi data. Dia juga tampak berkonsultasi mengenai kondisi kesehatannya kepada tim dokter. Siska kemudian mengikuti serangkaian pemeriksaan kesehatan seperti pengecekkan suhu tubuh dan tensi tekanan darah.

Setelah semua tuntas, Siska akhirnya menerima suntikan vaksin dari tim dokter. Dia tak sedikitpun menunjukkan rasa gugup. Sebaliknya, dia tampak santai bahkan sesekali melempar senyum kepada awak media yang meliputi kegiatan vaksinasi, “Rasanya ga sakit,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menerima suntikan vaksin sinovac di Private Medical Care Center (PMCC) RSUD Kota Kendari, kemarin. Siska mewakili petugas publik yang divaksin sejak kemarin hingga 8 Maret mendatang.

Pasca menerima vaksin, Siska mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak takut untuk divaksin. Sebab, vaksin memiliki tingkat proteksi sebesar 60 – 70 persen, “Saya mengimbau kepada kita semua untuk vaksin, jangan takut karena vaksin sangat aman untuk menghindarkan kita dari virus,” kata Siska.

Selebihnya kita harus menjaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi, dan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendari, drg Rahminingrum mengatakan, pemberian vaksin kepada petugas publik dan lansia sangat penting mengingat dua kelompok itu paling rentan tepapar covid-19.

“Sebenarnya target lansia kita sebesar 29.129 orang tapi karena vaksin yang dikirim baru 6.248 dosis. Jadi itu yang kita prioritaskan. Begitupun untuk petugas publik. Sasarannya itu sebenarnya 54.877 orang, hanya karena kiriman vaksin hanya 1.042 orang, maka itu dulu yang kita berikan,” ungkap Rahminingrum.

Kendati demikian, Rahminingrum memastikan seluruh target akan tervaksin. Hanya saja bertahap atau menunggu distribusi vaksin dari pemerintah pusat. Terkhusus lansia, Rahminingrum memastikan 100 persen tervaksin terkecuali mereka yang komorbid atau memiliki penyakit bawaan seperti hipertensi, diabetes, dan penyerta lainnya.

“Saya sudah instruksikan seluruh puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya agar tidak menolak permintaan lansia untuk divaksin. Karena sesuai aturan kelompok mereka harus 100 persen tervaksin,” kata Rahminingrum.

Dia pun mengimbau dan mengajak lansia untuk mensukseskan program vaksinasi covid-19 dengan cara mendaftarkan diri sebegai penerima vaksin, “Bagi lansia yang ingin daftar vaksin meskipun belum bisa secara online melalui www.kendari.kemkes.go.id, itu bisa langsung datang di pelayanan kami di puskesmas, rumah sakit dan faskes yang ditunjuk melayani vaksinasi dengan membawa identitas diri (e-KTP),” kata Rahminingrum.

Terpisah, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, menyambut baik pemberian vaksin pada sejumlah petugas publik dan lansia di Kota Kendari. Menurutnya, upaya itu sebagai bentuk perlindungan diri agar tidak terpapar covid-19. Khususnya petugas publik yang ada di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pelayanan lainnya.

“Mereka setiap hari berinteraksi dengan masyarakat. Juga para lansia, para orang tua kita yang sangat rentan terpapar covid-19. Kita harus melindungi mereka sebagai awal untuk memutus mata rantai penyebaran sekaligus untuk mempercepata penanganan covid-19,” pungkasnya. (b/ags)