Oleh : Prof. Hanna
Guru Besar FKIP UHO

KENDARIPOS.CO.ID — Dalam pembukaan UUD 1945 tersirat bahwa arah dan tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Perubahan tentang arah kebijakan pendidikan selalu berubah searah dengan perubahan pemerintahan.

Prof. Hanna

Banyak regulasi yang berubah namun hasilnya masih belum dirasa oleh sebagian orang. Akhir-akhir ini arah pendidikan mendapat sorotan dari beberapa pengamat dan praktisi pendidikan terkait kebijakan peta pendidikan 2020-2035 yang dikeluarkan oleh Kemendikbud.

Sorotan itu disebabkan karena beberapa faktor. Salah satunya adalah karena hilangnya frase pendidikan agama dalam draf Peta Jalan Pendidikan Indonesia tahun 2020-2035, di bagian visi pendidikan 2035. Tentu saja konsep ini baru merupakan rancangan yang terus disempurnakan dengan mendengar dan menampung masukan serta kritik membangun dari berbagai pihak dengan semangat yang sama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan untuk generasi penerus bangsa yang sementara dalam pembahasan.

Sorotan tajam itu tentu merupakan suara masukan yang sangat berharga dan perlu mendapatkan apresiasi dari Kemendikbud sebagai penguatan pendidikan masa depan. Pendidikan adalah suatu pondasi dalam hidup yang harus dibangun dengan sebaik mungkin. Secara umum pendidikan adalah proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan serta kebiasaan yang dilakukan suatu individu dari satu generasi ke generasi lainnya.

Proses pembelajaran ini melalui pengajaran, pelatihan dan penelitian. Justru karena pendidikan sebagai suatu pondasi utama dalam kehidupan maka tentu saja perlu ditanamkan indikator-indikator capaian yang mampu membawa anak itu hidup lebih baik, dan untuk lebih baik adalah selain melalui sains dan teknologi, tetapi yang paling utama adalah pendidikan agama.

Pendidikan agama Islam misalnya, adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, ajaran agama Islam, dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan. Artinya, bahwa pendidikan agama Islam dapat diartikan sebagai suatu pembelajaran yang dilakukan oleh seseorang atau instansi pendidikan yang memberikan materi mengenai agama Islam kepada orang.

Perlu dipahami bahwa agama apapun atau boleh dikatakan setiap orang di dunia ini pastilah memiliki kepercayaan untuk menyembah Tuhan sebagai Sang Pencipta. Untuk agama Islam sendiri di Indonesia merupakan agama yang dianut oleh mayoritas penduduknya. Untuk itu pastilah di instansi pendidikan manapun pasti memberikan pelajaran agama Islam di dalamnya. Karena dengan adanya pendidikan agama Islam diharapkan orang-orang dapat mengetahui tentang agama Islam dan juga ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan menjadi penentu gerak langkah bagi kemajuan suatu bangsa. Ketika Jepang misalnya dijatuhi bom atom oleh sekutu dalam perang dunia ke-2 maka Kaisar Hirohito memanggil para menterinya dan bertanya,”masihkah ada guru yang tersisa? “. Hal ini mengindikasikan bahwa Jepang boleh saja hancur secara fisik,tetapi jiwa kependidikan merupakan faktor paling utama.

Biarlah buminya hangus dan hancur berantakan tetapi jangan biarkan pendidikan ikut-ikutan hancur. Karena hanya dengan kemajuan pendidikan negeri yang porak poranda akan dapat dibangun kembali. Artinya pendidikan merupakan pilar penting untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Begitu pentingnya pendidikan sebagai pembentuk potensi peserta didik sehingga termuat dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 3 menyebutkan tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

“Dalam peta Pendidikan, Pelajar Pancasila, itu adalah goal akhirnya. Kami mau menciptakan manusia masa depan Indonesia dengan enam profil Pelajar Pancasila,” kata Nadiem dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI, Kamis, 2 Juli 2020. Enam profil Pelajar Pancasila ini yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis dan mandiri.

Nadiem menuturkan, untuk mencapai itu instrumen yang digunakan adalah Merdeka Belajar. Adapun target 15 tahun ke depan akan menggunakan peta jalan ini sebagai evaluasi. Untuk pendidikan dasar dan menengah, Kemendikbud menargetkan peningkatanan skor PISA pada 2025 nanti. Untuk literasi skor 451, numerasi 407 dan sains 414.

Selain itu Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk pra sekolah 85 persen, dan untuk pendidikan dasar dan menengah 100 persen. Kemudian untuk guru, lulusan Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) harus memiliki standar baru. Selain itu harus muncul 100 ribu guru penggerak, yang nantinya menjadi kepala sekolah. “100 ribu guru penggerak itu menjadi pool kepala sekolah kita,” ujarnya.

Lalu peningkatan anggaran pendidikan yang ditransfer langsung ke sekolah mencapai 45 persen. Lalu kontribusi pihak swasta dalam pendidikan juga akan terus digenjot yang saat ini masih di bawah. Kontribusi sektor swasta, agar mereka punya kesehatan finansial.

Esensi Merdeka Belajar adalah kemerdekaan berpikir, harus didahului oleh para guru sebelum mereka mengajarkannya pada siswa-siswi. Karena dalam kompetensi guru di level apa pun, tanpa ada proses penerjemahan dari kompetensi dasar dan kurikulum yang ada, maka tidak akan pernah ada pembelajaran yang terjadi.

Oleh karena itu menurut hemat saya pada tahun mendatang, sistem pengajaran juga akan berubah seperti yang saat ini sedang berlangsung. Pertanyaan yang perlu kita jawab dari fenomena ini adalah akankah pendidikan sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 dan UU sistim pendidikan akan terwujud ?. (*)

Sistem Pengajaran Akan Berubah

10 Komentar

  1. Alhamdulillah terimakasih Prof..tulisan yang sangat menarik, menginspirasi saya untuk terus maju belajar banyak hal, dari tulisan ini saya bisa menarik satu bahwa pendidikan itu relatif, regulasi pemerintah yang bercita untuk menjangkau seluruh ralyat dan bangsa kita ini melalui pendidikan..semoga tulisan seperti ini terus ada dapat jadi inspirasi bagi siapa saja yang memnbacanya..semoga sehat selalu dan tetap menginspirasi ..wassalam..

  2. Betul sekali, karena pada saat sekarang ini guru dituntut agar dapat memahami tiap level pada siswanya. Namun guru dianggap masih kurang jika dibandingkan dengan banyaknya siswa tiap tahun. Maka dianggap banyaknya guru tidak sebanding dengan jumlah siswa yang ada.

  3. Menurut saya tidak akan pernah terwujud. Karena seperti yang kita ketahui berganti kepemerintahan maka sistem pemerintahan juga berubah,pergantian kabinet atau rombak kabinet tentunya selalu berpengaruh dengan sistem pendidikan. Karena setiap menteri pendidikan yang baru pastinya mempunyai terobosan yang baru pula untuk dunia pendidikan,seperti seringnya perubahan pada kurikulum pendidikan dan banyaknya kebijakan pendidikan yang lainnya seperti penghapusan mata pelajaran pendidikan agama meskipun itu masih sebuah rencana.

  4. Penting pengutan pada dunia pendidikan terutama pada sektor penguatan nilai-nilai religius

  5. Sangat menarik menurut saya jika membahas tentang penguatan dan pelemahan pada dunia pendidikan saat ini, penguatan pendidikan pada bidang agama sangat penting mengingat, agama adalah sebuah hal fundamental untuk membangun karakter generasi bangsa yang baik.

  6. Sanagat disayangkan apabila pendidikan agama akan dinhapuskan di pendidikan indonesia yang seharusnya pendidikan agama harus selalu di angkat di dunia pendidikan entah itu formal dan nonformal. Dihilangkannya pendidikan agama adalah salah satu bukti bahwa indonsia akan kehilangan salah satu jati dirinya yaitu negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan karena diberhentikannya pengajaran pada generasi muda dan disaat pemerintah ingin memanifest pelajar pancasila Yang salah satu profilnya adalah mewujudkan pelajar yang beriman dan bertakwa Kepada tuhan yang maha esa tetapi pemerintah Juga menghapus salah satu cara agat siswa dapat belajar mengimani tuhannya melalui ranah pendidikan

  7. hsangat di sayangkan apabila pendidikan agama akan di hapuskan didunia pendidikan indonesia yang menurut saya pendidikan agama seharusnya bisa selalu diangkat ke pendidikan formal dan nonformal. Disaat pemerintah ingin memanifest pelajar pancasila yang salah satu goalnya adalah mewujudkan pelajar yang Bertakwa kepada tuhan yang maha esa tetapi pemerintah malah menghapus salah satu cara agar pelajar dapat belajar mengimani tuhannya melalui pembelaran disekolah.

  8. Saya sangat setuju bahwa pendidikan agama adalah yang utama ditanamkan kepada para peserta didik, pendidikan agama dimulai dan ditanamkan dari keluarga karena apabila sang peserta didik telah mendapatkan pegangan Agama yang baik dari dalam dirinya, maka yakinlah ia akan menjadi generasi yang baik pula dari segi apapun. Salah satu contoh, perilaku korupsi yang terjadi di negara kita ini khusunya. Itu akibat dari kurangnya pendidikan agama yang kuat dari diri setiap peserta didik. Sehingga menjadikan ia generasi penghancur bukan pembangun dinegara ini.

  9. Alhamdulillah tulisan ini memberi semangat buat saya untuk terus belajar agar bisa menjadi pengerak penting dalan kemajuan pendidikan Indoensia. Karena dengan pendidikan yang baik maka secara perlahan Indonesia akan menjadi negara yang maju

  10. Alhamdulillah..sangat menarik, tulisan ini memginspirasi saya bahwa pendidikan adalah hal relatif sepanjang hidup juga sejarah kehidupan , menginspirasi saya untuk terus belajar hal-hal baru, dalam regulasi pendidikan tentunya pemerintah mempunyai cita-cita untuk mencakup segala lini kehidupan rakyat dalam bangsa ini..terimakasih Prof..semoga semakin banyak tulisan yang dapat menginspirasi, membangkitkan semangat kami dlm menempuh jenjang pendidikan selanjutnya..

Comments are closed.