KENDARIPOS.CO.ID — Problem akan banyak terjadi di tahun 2024, jika pemilu nasional dan pilkada serentak tetap digelar beririsan. Pasalnya, jarak pelaksanaan pemilu nasional dan pilkada serentak yang terlampau dekat berpotensi mengakibatkan kerja penyelenggara tidak maksimal.

Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi menyatakan, pemilu nasional yang digelar April 2024 membutuhkan persiapan 22 bulan. Artinya, tahapan akan dimulai sekitar Juni 2022. Sementara pilkada serentak yang dijadwalkan November 2024 membutuhkan persiapan satu tahun. Sehingga tahapan akan dimulai sekitar November 2023.

Pramono Ubaid Tanthowi

Jadwal tersebut, lanjut Pramono, dipastikan akan menimbulkan bentrokan antara tahapan pemilu dan pilkada. Terutama di akhir 2023 hingga akhir tahun 2024. Sebab, saat tahapan pilkada dimulai, di sisi lain tahapan pemilu tengah berjalan menuju momen puncak. “Irisannya akan lebih tebal karena jarak hanya tujuh bulan,” ujarnya. Persoalan akan makin kompleks jika pemilu presiden berlangsung dua putaran dan berlanjut di Mahkamah Konstitusi. Penyelesaiannya bisa mepet dengan tahapan puncak pilkada.

Imbasnya, kata Pram-sapaan Pramono, penyelenggara berpotensi menggelar dua pekerjaan besar yang berbeda di waktu yang sama. ”Hari ini misalnya pleno penetapan dukungan paslon perseorangan pilkada. Besok lagi pleno DPT pemilu nasional,” ujarnya mencontohkan.

Apalagi, lanjut Pram, jika desain pemilu lima kotak suara tetap dipertahankan. Ada kekhawatiran muncul kembali korban jiwa. Pengalaman Pemilu 2019 menjadi bukti. Proses penghitungan dan pencatatan suara di TPS kala itu membutuhkan waktu lebih dari 24 jam. ”Jadi, kemarin (saat Pemilu 2019, Red) banyak petugas yang tidak tidur,” katanya.

Pengadaan dan distribusi logistik juga mendapat tantangan tidak mudah. Berbagai catatan tersebut, ungkap Pram, harus menjadi pertimbangan pemerintah dan DPR dalam menyusun kebijakan. Dia pribadi berharap konsep pemilu borongan tidak lagi digunakan. ”Saya harap pemilu dengan desain 2019 jadi penyelenggaraan yang pertama dan terakhir,” tuturnya. (jp)