KENDARIPOS.CO.ID — Nama Muhammad Fajar Hasan kian populer di Sultra. Balihonya terpampang di jalan-jalan protokol Kota Kendari. Pria kelahiran Raha, 4 Januari 1981 itu melalui jalan berliku sebelum menggapai mimpinya, menjadi pengusahaa muda kenamaan di negeri ini. Apa yang dimiliki Fajar Hasan saat ini, tak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Ia mesti berjuang tanpa kenal lelah. Walaupun kini ia telah memimpin beberapa perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, ia tetap rendah hati. Fajar-sapaan akrab Muhammad Fajar Hasan tak pernah jemawa, ia selalu ramah kepada siapapun.

Muh. Fajar Hasan

Komisaris Utama PT. Tetap Merah Putih itu begitu peduli dengan kaum milenial, terutama di Bumi Anoa. Fajar Hasan mendorong pemuda untuk berkarya kreatif dan inovatif di tengah eskalasi ekonomi global yang kompetitif. Pemuda mesti mampu bersaing, mandiri di bidang wirausaha.

Fajar Hasan selalu memotivasi para pemuda Sultra agar sukses dalam berbisnis. Ia mendidik dalam bentuk pembinaan melalui ilmu, pengetahuan dan keterampilan. Bahkan, ia kerap membantu dalam bentuk sokongan finansial. Atas dedikasinya terhadap pembinaan melinail, Fajar masuk kategori The Best Figure of The Year 2021 dalam 2021 Indonesia Golden Awards yang digelar Seven Media Asia. Penganugerahan 2021 Indonesia Golden Awards akan berlangsung, Jumat (19/3) malam di Harris Hotel, Bali.

Bersama Fajar Hasan, Gubernur Sultra, Ali Mazi dan Bupati Buton La Bakry meraih penghargaan dari unsur pemerintah. Fajar Hasan mengaku tidak percaya saat pertama kali menerima pesan yang menyebut dirinya akan memperoleh penghargaan. Tiga pekan kemudian, kepercayaan itu baru hadir. “Namun setelah mendapatkan video testimoni dari Kementerian, akhirnya saya langsung percaya,” kata alumni UHO itu.

Bagi Fajar, pencapaian yang telah diraih saat ini, ia mulai dengan perjuangan keras secara intelektual, berpegang pada prinsip kejujuran dan bekerja ikhlas. “Melalui prinsip tersebut, mengantarkan pada pergaulan yang sehat konstruktif di mana pun berada. Sebagai pemuda, mesti bisa membaca situasi, di mana dia berada. Itu sebagai modal fundamental untuk meraih kesuksesan. Memahami situasi, akan menjadikan pikiran dan langkah kita bergerak pada sasaran yang tepat. Sehingga hal-hal yang bermuara pada kegagalan bisa dihempas atau dihindari dengan baik,” sarannya.

Fajar Hasan menyebut ada tiga bentuk kesuksesan. Sukses by nasib, by nasab dan by desain. Arti sukses by nasab adalah golongan keturunan borjuis atau orang kaya. Sedangkan by nasib, semisal keluarganya yang jadi pejabat. Tiba-tiba langsung kaya mendadak. Akibat andil lingkaran kekuasaan, yang makna lainnya sukses karena kebijakan pemerintah.

Sementara sukses by desain adalah membentuk pribadi secara canggih baik aspek intelektual, keterampilan, karakter, maupun visioner. Misalnya di kampus terdapat program wirausaha. Maka mahasiswa bisa memanfaatkan program tersebut untuk membentuk karakter atau keterampilan berwirausaha.

“Sehingga kelak lulus kuliah, sudah memiliki modal yang kuat dan besar untuk berwirausaha dengan cakap dan kompeten. Ini hal penting yang mesti dipikirkan para pemuda. Karena semua orang kaya di dunia adalah pengusaha,” jelas mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Halu Oleo itu.

Tak kalah pentingnya pula, kata dia, pikiran mesti dikelola dengan baik. Maksimal dalam menyingkirkan asumsi pesimistis dan konsisten berpikir optimistis. “Termasuk menjaga hubungan dengan siapapun. Menolong orang lain yang membutuhkan jasa kita, mesti dengan ikhlas. Jangan pernah mengharap apapun. Jika ada imbalan yang diberikan, berarti itu adalah hadiah. Namun jika tidak ada, maka percayalah Allah SWT mempersiapkan takdir lain yang sangat indah yang akan menghampiri,” tandasnya. (ali/b)