KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Muna LM. Rusman Emba ingin meninggalkan kesan baik saat kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Sitti Nurbaya pada 8 Maret mendatang. Atas dasar itulah, orang nomor satu di Muna ini mengumpulkan para staf ahli, asisten, kepala organisasi perangkat daerah, dan para camat untuk menggelar rapat persiapan teknis, Kamis (4/3).

Tidak hanya itu, Rusman Emba turut mengundang Kepala Kesatuan Pengelola Hutan, Kwarcab Pramuka Kab. Muna, Kepolisian, TNI dan Kejaksaan. Rusman menekankan jika kedatangan Menteri harus disambut sebaik mungkin. “Kita wajib menjadi tuan rumah yang baik. Sehingga dalam rangka itu, maka persiapan harus dilakukan maksimal,” jelasnya kemarin.

Di Muna, Menteri KLHK berencana menghadiri dua agenda. Yakni pencanangan program penghijauan di kawasan hutan lindung Warangga dan penanaman perdana jati nuklir di kawasan hutan tanaman industri di Kecamatan Tongkuno. Dalam kunjungan itu, Menteri sendiri akan didampingi Sekretaris Jenderal KLHK dan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari. Rombongan rencananya akan tiba pada Senin pagi.

“Saya minta semua hal teknis diperhatikan karena ini tamu resmi dan penting. Hari Senin itu sudah harus siap. Makanya semua yang ada dalam kepanitiaan harus bekerja penuh,” paparnya.

Menteri diagendakan lebih dulu melakukan penanaman pohon di Warangga sebagai tanda dimulainya program peremajaan dikawasan hutan lindung itu. Peremajaan itu dalam rangka rencana menjadikan Warangga sebagai tempat riset, kebun raya ataupun hutan kota. “Lokasi di Warangga selain penanaman juga dirangkaikan dengan kemah eksekutif hasil inisiatif Kwarcab Pramuka,” jelasnya.

Di hari yang sama, Menteri KLHK juga bakal menghadiri penamaman jati nuklir hasil kerjasama dengan PT. Sele Raya Agri. Lokasinya di Desa Lakologou, Kec. Tongkuno. Penanaman jati nuklir itu merupakan program pemanfaatan HTI dengan sistem agroforestry atau wanatani. Program itu antara lain memadukan penanaman pohon jati dengan tanaman jangka pendek seperti jagung kuning maupun kacang hijau. Masyarakat lokal akan dilibatkan secara penuh dengan sistem bagi hasil.

“Ini investasi besar dan pertama di Muna. Sehingga akan menjadi kesempatan kita menunjukkan kepada investor jika Muna daerah aman berinvestasi,” paparnya.

Koordinator Penyambutan Menteri, Asisten II Setda Muna, La Ode Ena mengatakan persiapan saat ini sudah 85 persen. Dalam waktu tiga hari kedepan, seluruh kebutuhan kunjungan Menteri akan terus disempurnakan. Diharapkannya, seluruh agenda yang akan diikuti Menteri dapat berlangsung lancar dan sesuai rencana. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, Pol PP dan Gugus Tugas terkait pengamanan dan pengawalan. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” imbuhnya. (b/ode).