KENDARIPOS.CO.ID — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan vaksinasi guru dan tenaga kependidikan diselesaikan pada Juni 2021. Hal ini dilakukan agar tahun ajaran baru di Juli 2021, semua sekolah dapat menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM).

Siswa perwakilan sekolah diperiksa suhu tubuhnya saat akan mengikuti kegiatan Kompetisi Sains Nasional (KSN) seleksi Tingkat SD/MI se-Kota Depok di Sekolah Dasar Negeri Kemirimuka 3, Depok, Jawa Barat

Sekretaris Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Paud Dikdasmen) Sutanto Kemendikbud pun memprediksikan bahwa tidak semua sekolah mampu menjalankan PTM. Maka model yang digunakan ialah blended learning atau PTM yang dikombinasikan dengan daring. “Kalau diterapkan fisik dengan pengalaman masa pandemi, pasti guru melaksanakan namanya blended system,” ujar dia dalam dalam siaran YouTube FMB9ID_IKP, Jumat (26/3).

Meski begitu, dia tetap mengharapkan sebagian besar kelas dalat menjalankan PTM. “Akan ada virtual tapi harapnnya banyak juga yang bisa tatap muka,” ujarnya.

Sebab, menurut dia tidak ada yang bisa menggantikan PTM yang dirasa adalah pembelajaran paling efektif dalam pendidikan. Dia jug menegaskan agar protokol kesehatan dapat diterapkan dengan ketat untuk mengurangi potensi penyebaran virus di lingkungan sekolah.
“Jadi ini memaksa kita membuat kita menciptakan strategi baru dalam menyiapkan layanan terbaik untuk anak-anak kita,” tuturnya.

Apalagi sudah satu tahun lebih satuan pendidikan menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Segala inovasi PJJ yang sudah diterapkan oleh para guru pun ia apresiasi. “Itu adalah usaha guru dan kepala sekolah yang cerdas dengan tetap memberikan layanan kepada anak-anaknya, ketika di masa pandemi,” pungkas Susanto. (jpg)

Siswa perwakilan sekolah diperiksa suhu tubuhnya saat akan mengikuti kegiatan Kompetisi Sains Nasional (KSN) seleksi Tingkat SD/MI se-Kota Depok di Sekolah Dasar Negeri Kemirimuka 3, Depok, Jawa Barat. Pelaksanaan KSN tahun ini dilaksanakan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan dengan perwakilan murid dari 11 kecamatan di wilayah Depok. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)