KENDARIPOS.CO.ID– Wakil Ketua DPRD Sultra Jumarding mendukung Polda mengungkap pelaku dugaan korupsi
anggaran makan minum tahun 2020 di Sekretariat DPRD Sultra. Penggunaan dana senilai Rp 2 miliar itu masih diusut penyidik Polda.

Jumarding

Menurut politisi Demokrat itu dengan mengungkap kasus dugaan korupsi maka muruah lembaga pewakilan rakyat itu dapat tetap terjaga. “Ini harus segera diungkap,” katanya, Kamis, (25/3). Karena terkait dengan DPRD, bisa saja stigma penyelewengan anggaran itu akan turut dilekatkan kepada seluruh anggota DPRD. Karenanya, bagi dia, penting untuk segera mengungkap pelakunya.

“Ketika berbicara DPRD, maka kena semua, padahal yang melakukan dugaan penggelapan anggaran makan minum itu, mungkin satu dua orang. Dan Supaya publik tidak salah menilai terhadap DPRD,” jelasnya.

Ia juga meminta spektrum penyelidikan atas kasus penyelewengan anggaran di sekretariat DPRD diperluas. Sebab, Sekretariat DPRD juga mengelola banyak anggaran lain yang jumlahnya lebih besar dari pengadaan makan dan minum, seperti pengadaan sarana dan prasarana, mobil serta lain sebagainya.

“Saya pikir sangat perlu dilakukan pemeriksaan. Selesaikan semuanya. Hari ini dugaan korupsi anggaran makan minum, besok anggaran pengadaan. Bukan hanya Rp 2 miliar yang dikelola, namun puluhan bahkan mencapai ratusan miliar,” sambung legislator Dapil Kolaka Raya ini.

Ia mengapresiasi langkah yang dilakukan Polda Sultra dalam kasus dugaan penyelewengan anggaran di Sekretariat DPRD Sultra. Karenanya, ia juga meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sultra untuk ikut melakukan audit penggunaan anggaran.

“Siapa pun yang terlibat, harus diungkap. Karena ini uang rakyat, jika terjadi penggelapan anggaran makayang dirugikan rakyat,” tandasnya. (ali)