KENDARIPOS.CO.ID–Kesadaran warga metro dalam memarkir kendaraan pada tempat yang aman masih sangat rendah. Dinas Perhubungan (Dishub) Kendari menyebut setiap hari sekira 50 unit kendaraan ditemukan terparkir liar dibeberapa ruas jalan protokol kota. Sanksi teguran terhadap pemilik kendaraan pun ditempuh Dishub. Para pemilik kendaraan diminta tak parkir sembarangan.

Pemkot Kendari melarang kendaraan parkir di bahu jalan. Tampak kendaraan roda empat terparkir di depan Lippo Plaza Kendari. Tidak hanya sanksi teguran, pengguna kendaraan bisa dikenakan sanksi tilang

Kepala Dishub Kendari, Muhammad Ali Aksa mengatakan, pihaknya dibantu jajaran Satuan Lalul lintas Polres Kendari rutin menggelar operasi penertiban terhadap kendaraan roda dua maupun roda empat yang terparkir liar di jalanan. Beberapa titik yang menjadi lokasi operasi yakni Jalan MT Haryono (Depan Lippo Plaza Kendari), Jalan Saosao (Depan Matahari Brylian Plaza), Jalan Abdullah Silondae (Depan Mall Mandonga) dan beberapa titik keramaian lainnya.

Muhammad Ali Aksa

Dalam operasi kata Ali Aksa, pihaknya mensosialisikan dan memberikan peringatan kepada para pelanggar agar tak parkir sembarangan. “Kita sudah lakukan sosialisasi selama satu minggu kepada para pedagang, masyarakat, dan juga berkoordinasi dengan petugas parkir serta pemasangan rambu dilapangan,” kata Ali Aksa kemarin.

Pelarangan Parkir di Badan Jalan
-Bagi Kendaraan Roda Empat dan Dua
-Pukul 05.00 s.d 21.00 Wita
-Sanksi Awal Teguran
-Sanksi Tilang (Domain Polisi)

Lokasi Operasi
Jalan MT Haryono (Depan Lippo Plaza Kendari)
Jalan Saosao (Depan Matahari Brylian Plaza)
Jalan Abdullah Silondae (Depan Mall Mandonga)
Kawasan MTQ Square
Titik Keramaian Lainnya.

Saat ini, pihaknya mensosialisasikan kepada warga pada pukul 05.00 Wita sampai pukul 21.00 Wita kendaraan baik roda dua maupun roda empat tidak diberikan izin untuk memarkir kendaraan mereka di badan jalan. Pasalnya, pada waktu tersebut tingkat keramaian aktivitas masyarakat masih tinggi.

“Dari hasil survey kita, tingkat keramaian masyarakat itu nanti di atas pukul 20.00 Wita. Sementara keramaian lalu lintas, di atas jam 21.00 Wuta sudah mulai turun. Jadi untuk tahap pertama ini kita lakukan pengawasan. Kalau ada yang melanggar itu kita masih akan tegur, tapi berikutnya akan ditilang. Tetapikan untuk penilangan menjadi wewenangnya kepolisian,” kata Ali Aksa. (b/ags)