KENDARIPOS.CO.ID — Safari jurnalistik Kendari Pos di wilayah kepulauan ditutup dengan silaturahmi bersama Pemerintah Kabupaten Muna. Pertemuan kedua mitra penting itu digelar dengan penuh nuansa kekeluargaan.

Bupati Muna, LM. Rusman Emba (kanan) diskusi ringan dengan Direktur Kendari Pos La Ode Diada Nebansi (kiri) disela-sela safari jurnalistik Kendari Pos di Kabupaten Muna, Kamis (18/3)

Jamuan Pemkab Muna dalam safari tahun ini berbeda dari sebelumnya. Tidak lagi berlokasi di rumah jabatan Bupati Muna, direksi dan manajemen Kendari Pos kini disambut di lokasi pembangunan pondok pesantren Baldatun Quran di Desa Mantobua, Kec. Lohia. Letaknya di tengah ladang masyarakat dan dikelilingi pemandangan gugusan bukit karst. Bahkan manajemen Kendari Pos disuguhkan menu tradisional. Suasana yang begitu akrab. Konsep pertemuan rupanya datang langsung dari Bupati Muna, LM. Rusman Emba. Bukan tanpa alasan, Rusman ternyata ingin menunjukkan langsung bagaimana dirinya menjalankan pembangunan daerah. Rusman ternyata ingin menyampaikan kepada Direktur Kendari Pos La Ode Diada Nebansi dan jajaran manajemen jika kondisi Muna saat ini bukan seperti dulu lagi.

Bupati Rusman mengaku sedang membantu berdirinya pesantren untuk menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dan keagamaan guna menguatkan pembangunan sumber daya manusia yang berkeadaban. “Pesantren ini akan menjadi sentrum pembinaan para hafiz. Semangatnya ialah menyeimbangkan pembangunan. Bukan saja infrastruktur, tetapi juga sumber daya manusia Muna,” ujarnya kepada tim safari jurnalistik Kendari Pos yang dipimpin Direktur Kendari Pos La Ode Diada Nebansi, Kamis (18/3) kemarin.

Bupati Rusman mengatakan, Kabupaten Muna kini berbenah dan menjemput kemajuannya. Jagung rebus yang disuguhkan dalam suasana itu sesungguhnya pertanda jika komoditas itu merupakan andalan daerah. Bahkan tahun ini, Pemkab akan membangun pabrik pengolahan jagung kuning untuk mendukung gerakan industrialisasi pertanian.

Selain itu, pengembangan budidaya ayam petelur dan ayam kampung mulai dilirik potensinya untuk menguatkan ekonomi kerakyatan. “Perekonomian kita sokong dengan usaha kerakyatan. Jagung kuning Muna sudah merambah pasar nasional dan sebentar lagi di industrialisasi. Ayam petelur juga akan menjadi primadona baru bagi bisnis masyarakat,” papar Bupati Muna Rusman Emba.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Sultra itu juga memberi bocoran jika gugusan karst di Muna terhampar sangat luas, selain yang terlihat di lokasi pertemuan itu. Ia menyabut potensinya sampai dua miliar ton. Hal itu merupakan sumber ekonomi baru yang mulai dilirik investor. Dirinya juga baru bertemu Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia dalam rangka pengelolaan potensi batu kapur Muna. “Saya percaya siklus rezeki. Jika emas ada di Bombana dan nikel ada di Konawe, maka Muna adalah wilayah yang dikaruniai batu kapur oleh Allah SWT. Ini adalah rahmat yang akan kami kelola,” terangnya.

Politisi PDIP itu menguraikan, dalam rangka mengelola potensi tersebut dirinya mencanangkan otoritanya sebagai tujuan investasi nasional. Bahkan tahun ini telah dibuka oleh PT. Sele Raya Agri yang akan menanam 2,5 juta jati nuklir dalam tiga tahun ke depan.

Ia percaya jika Muna akan bangkit dan meraih masa depan yang lebih baik melalui investasi. Sebab APBD yang ada saat ini sangat terbatas dan sulit untuk membiayai semua program pembangunan. “Muna akan menjadi tujuan investasi nasional. Potensinya tersebar mulai dari pertanian, perikanan hingga kekayaan alam. Ini soal momentum saja, dan perlahan gerakan investasi itu sudah dimulai,” urainya.

Namun terlepas dari upaya itu, Bupati Rusman mengakui harus ada dukungan media terutama Kendari Pos. Menurutnya, Muna dengan segala potensinya hanya akan dikenal jika dipublikasikan secara terus menerus. Berikutnya program pembangunan atau kemajuan apa pun, tidak akan di akui masyarakat jika tidak disosialisasikan. Media terbaik untuk itu ialah Kendari Pos.

“Bahkan saya meyakini, sebagai seorang politisi, diam itu tidak selamanya emas. Kita memang membutuhkan promosi dan sosialisasi agar apa yang telah dan akan dilakukan bisa diketahui publik. Saluran yang tepat dan telah terbukti berkontribusi selama ini ialah Kendari Pos,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Kendari Pos, La Ode Diada Nebansi menyampaikan apresiasi khusus terhadap perkembangan Kab. Muna akhir-akhir ini. Ia mengaku menjadi saksi secara langsung terkait hal tersebut. Selama perjalanan safari, mulai dari Buton Tengah sampai masuk menjelajahi Muna baik diwilayah Tongkuno hingga Lohia, diakuinya ada perkembangan infrastruktur jalan yang menggembirakan. Hal itu belum termasuk yang telah dipaparkan sendiri oleh Bupati Muna, LM. Rusman Emba.

“Saya sebelumnya minta maaf karena telah salah mengira kalau jalan di Muna masih rusak dan berlubang. Ternyata itu sudah berubah. Ini apresiasi luar biasa untuk Bupati Muna,” terang La Ode Diada Nebansi.

Pria yang karib disapa Onggi Nebansi itu mengakui konsep pembangunan LM. Rusman Emba layak ditiru daerah lain. Menurutnya, tidak banyak bupati yang memiliki rekam jejak pembangunan infrastruktur yang baik, tetapi di sisi lain juga memiliki kepedulian besar terhadap pembinaan keagamaan.

Onggi Nebansi juga terbesit harapan, sebagai putera daerah Muna Barat yang masih satu bagian kekerabatan dengan Muna, kelak tanah leluhurnya juga berkembang maju. Namun sebelumnya ia menekankan, kemajuan itu akan sangat bermanfaat jika diketahui publik Sultra. Barangkali apa yang dilakukan di Muna juga bisa menginspirasi daerah lain.

“Bupati Muna harus terus disupport. Bahkan Kendari Pos siap bekerja sama termasuk dengan seluruh organisasi perangkat daerah. Karena menurut saya, Rusman Emba memiliki kiprah yang patut diketahui masyarakat Sultra,” pungkasnya. (ode/b)

1 Komentar

  1. Butuh data yg udah ready untuk percepatan investor masuk..

Comments are closed.