Hugua Sepakat Pilkada 2024 – Kendari Pos
Politik

Hugua Sepakat Pilkada 2024


KENDARIPOS.CO.ID — Jadwal penyelenggaraan Pilkada masih tarik ulur. Walaupun mayoritas fraksi DPR mengusul digelar 2024, namun revisi UU Pemilu masih terus disuarakan agar Pilkada digelar 2022 dan 2023.

Anggota Komisi II DPR RI, Hugua, mengatakan pedoman pelaksanaan pilkada mengacu pada UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada dan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, pesta demokrasi serentak bakal berlangsung pada tahun 2024 mendatang. Walaupun ada rencana revisi UU agar pemilihan dilaksanakan tahun 2022 atau 2023, namun setelah dikaji, revisi dinilai tidak bisa dilakukan sebab belum dilaksanakan.

Karena itu, politisi PDIP itu optimis bila keputusan final pelaksanaan Pilkada digelar 2024. Walaupun belum ketuk palu, arah dukungan seluruh fraksi kemungkinan akan menyepakati untuk tidak dilakukan revisi UU Pemilu. “Artinya Pilkada, kita lakukan tahun 2024,” argumentasi mantan bupati Wakatobi itu.

Jika Pilkada digelar 2024, kata dia, sebanyak 278 daerah akan berada dibawah kendali Kepala Daerah berstatus pelaksana tugas.
“Masa jabatan pelaksana tugasnanti selama satu hingga dua tahun. Tetapi di Pilkada berikutnya pada tahun 2027, akan ada 270 daerah yang akan dijabat pelaksana tugas,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Sultra, Dr.Najib Husain menilai kepastian Pilkada 2024 belum ikrar. Semua tergantung dari kesepakatan antara fraksi-fraksi di DPR RI. Jika Pilkada kukuh digelar pada 2024 mendatang, akan menimbulkan kekhawatiran besar. Pasalnya, sambung Najib Husain, berkaca pada pesta demokrasi 2019 lalu, banyak penyelenggara pemilu yang kewalahan bahkan meninggal dunia sebab beban berat yang mereka kerjakan.

“Penyelenggara tentunya akan kewalahan karena sosialisasi pemilu akan padat. Jangan sampai terulang kembali seperti tahun 2019 banyak penyelenggara yang meninggal dunia,” jelasnya. Najib Husain menjelaskan, seharusnya ditengah wabah pandemi Covid-19 ini pemungutan dan perhitungan suara harus mulai dirancang berbasis teknologi.

“Hal itu bertujuan untuk menghindari potensi penyebaran virus corona dan memudahkan penyelenggara melakukan pemungutan maupun perhitungan suara nanti,” pungkasnya. (ali/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy