KENDARIPOS.CO.ID — Tekad Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi menasionalkan aspal Buton (Asbuton) tak hanya ucapan belaka. Baru-baru ini, Ali Mazi membawa rombongan kepala daerah dan pimpinan perbankan menemui Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia di Jakarta. Gubernur dan rombongan membawa misi besar untuk kemajuan daerah.

Gubernur Sultra Ali Mazi (tiga kiri) didampingi Wali Kota Baubau AS Tamrin (dua kanan), Bupati Buton La Bakry (dua kiri) , Sekot Baubau Roni Muchtar (kiri)dan Plt.Direktur Utama Bank Sultra Abdul Latif (kanan) menemui Kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia (tiga kanan) di Jakarta. Gubernur Sultra dan rombongan membahas Kabupaten Buton menjadi kawasan industri Asbuton dalam agenda strategis nasional.

Gubernur Ali Mazi didampingi Wali Kota Baubau, AS Tamrin, Bupati Buton La Bakry, Plt.Direktur Utama Bank Sultra Abdul Latif dan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Andi Azis membahas pengembangan Asbuton kepada Kepala BKPM RI, Bahlil Lahadalia.

Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan, Pemprov dan Pemda menemui pemerintah pusat pengembagan Asbuton agar menjadi “konsumsi” nasional hingga internasional. Terlebih kualitas aspal Buton memang sangat baik. “Tentunya semua perbincangan intens bersama Kepala BKPM terkait kelanjutan tentang pengembangan aspal Buton. Ini tidak boleh putus, tetapi bagaimana ini harus terus kita dorong,” kata Ali Mazi, kemarin.

Bahkan, kata dia, dalam pertemuan itu, terdapat beberapa poin penting yang menjadi topik perbincangan. Terutama rencana untuk menjadikan Buton sebagai kawasan industri aspal Buton, yang menjadi bagian dari agenda strategis nasional. “Bahkan pemerintah daerah bakal melakukan penertiban-penertiban Izin Usaha Pertambangan (IUP) di kawasan itu.

IUP pertambangan aspal yang masa berlakunya telah kedaluwarsa harus diperpanjang. “Apabila tidak ada upaya perpanjangan yang diiringi dengan aktifitas investasi yang serius, maka izin mereka akan dicabut, “tegas Suami Agista Ariyani itu.

Sementara itu, Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengatakan, anak-anak daerah harus menjadi milioner dengan mengelola potensi yang dimiliki daerahnya. Mereka didorong untuk dapat mengambil peran besar dalam pengembangan aspal Buton, dengan menjadi wirausaha sektor pertambangan dan usaha turunannya. Untuk peningkatan kapasitas permodalan, Bank Sultra dapat memberikan pinjaman hingga maksimal Rp 200 miliar.

“Peran pengusaha-pengusaha lokal di Sultra harus jadi perhatian. Tetapi mereka juga harus memperhatikan dan memastikan pasar aspal Buton, sebab ke depan untuk meningkatkan pemanfaatan dan pengembangan aspal Buton, saya meminta agar pasar aspal Buton dioptimalkan penggunaannya dan dilakukan penetrasi ke pasar global dengan melakukan ekspor,”kata Kepala BKPM, Bahlil Lahadali.

Pemkab Buton pun mendorong upaya itu. Bupati Buton La Bakry mengharapkan adanya regulasi yang mewajibak penggunaan Asbuton dalam pembangunan jalan di seluruh kabupaten dan kota khususnya di Sultra. “Hal itu untuk mengembangkan dan memperkenalkan Asbuton hingga ke tingkat global. Tentunya kita Pemda harus membuat regulasi, khususnya Pemprov Sultra agar setiap pengembangan jalan di kabupaten dan kota diwajibkan menggunakan Asbuton,” harap La Bakry.

Untuk diketahui, dalam pengembangan investasi di Pulau Sulawesi, Kepala BKPM Bahlil Lahadali memberi gagasan untuk menggelar rapat koordinasi (rakor) regional di tiga provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah dengan mengundang Kementerian ESDM, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian PUPR. (rah/b)