Gendang Sudah Ditabuh Kawan, Oleh : Prof. Hanna – Kendari Pos
Kolom

Gendang Sudah Ditabuh Kawan, Oleh : Prof. Hanna


Oleh : Prof. Hanna
Guru Besar FKIP UHO

KENDARIPOS.CO.ID — Saya mengamati seseorang yang sedang asik menikmati seduhan secangkir kopi dari sang pelayan di suatu warung kopi, sambil mengepulkan asap rokok dan memainkan handpone. Saat seorang lewat tanpa dengan sengaja ia menyengol sang peminum kopi itu, sehingga kopi tertumpah dan membasahi ruangan itu.

Seseorang yang tidak melihat peristiwa itu bertanya, kenapa anda menumpahkan kopi itu? Apakah anda bukan peminum kopi, lalu seseorang itu berkata yaah maaf karena seseorang telah menabrakku.

Jika kita memperhatikan peristiwa ini, maka secara harpiah kita bisa mengatakan jawaban tadi bisa-bisa saja dibenarkan, tetapi jika kita lihat secara nyata maka jawaban tadi keliru, yang mungkin benar adalah kopi itu tertumpah karena di dalam gelas itu ada kopi, seandainya cangkir itu berisi teh, atau susu maka yang tertumpah adalah teh atau susu.
Peristiwa ini bisa kita analogikan bahwa ketika kehidupan datang dan mengguncang kita, maka apa pun yang ada di dalam pikiran kita itulah yang keluar tanpa memikirkan yang lain. Yang perlu kita pikirkan adalah mengisi gelas kita dengan rasa syukur, permohonan maaf, sukacita, kata-kata penegasan untuk diri kita sendiri dan kebaikan, kelembutan serta cinta untuk orang lain.

Saya membaca postingan sahabat saya Tarimana yang merupakan postingan dari orang lain, saya terkesima bagaimana hidup ini berarti dihadapan kita semua. Antara lain, jangan buruk sangka. Jangan saling memata-matai. Jangan saling mencari aib. Jangan saling bersaing. Jangan saling dengki. Jangan membenci dan jangan saling bermusuhan.

Sekarang gendang sudah ditabuh, itu berarti pertarungan sudah segera dimulai dan tentu saja para petarung akan memenangkan pertarungan dengan baik. Meminjam istilah bijak oleh Obama yang mengantarkan ia menjadi presiden Amerika Serikat dua periode berkata bahwa pertarungan di depan akan sangat panjang, tetapi selalu ingat bahwa rintangan apa pun yang ada di jalan, kita tidak ada yang dapat menghalangi jalan atas jutaan orang yang menyuarakan perubahan.

Pertarungan yang hebat adalah dengan pesaing terkuatmu yang memiliki motivasi besar. Ketika kamu menang dengan mudah, itu bukan rasa yang sama. Demikian Juga Valentino berkata pertarungan tidak dimenangkan dengan satu pukulan atau tendangan. Kedua petarung ulung diatas menjadikan rujukan utama para petarung.

Yang kita harapkan adalah para petarung selalu menumbuhkan semangat bersaing dengan cara yang baik dan berkarakter di dalam memajukan bangsa, menciptakan kondisi vertikal dalam mengantisipasi konflik, menciptakan humanisme antara pendukung dengan masyarakat yang pasif, menumbuhkan semangat bersaing di dalam koridor regulasi yang sudah ada, bukan mempertentangkan regulasi yang ada.

Silakan menebar simpati dengan sejumlah prestasi yang telah dimiliki, tapi harapan kami jangan menebar kejelekan dan kasalahan lawan, karena itu menjebak anda. Gunakan (1) political marketing dan (2) komunikasi yang handal.

Pertama, political marketing menekankan penggunaan pendekatan dan metode marketing dalam menyusun produk visi dan misi, distribusi kepada publik serta menyakinkan bahwa produk visi dan misi lebih unggul dibandingkan dengan pesaing, sehingga membantu untuk membangun hubungan dua arah dengan konstituen dan masyarakat.

Adam Nursal berkata political Marketing adalah strategi kampanye untuk membentuk serangkaian makna yang tertentu di dalam pemikiran para pemilih untuk memilih konstestan tertentu. Makna politis inilah yang menjadi output penting political marketing yang menentukan, pihak mana yang akan dipilih.

Kedua, strategi komunikasi khusus sangat diperlukan agar citra atau image tersebut terpatri dalam benak pemilih. Personal branding merupakan proses penamanan citra seseorang sehingga terbentuk sebuah persepsi positif tentang seseorang calon. Citra pada dasarnya merupakan hal yang abstrak dan tidak bisa diukur secara matematis tetapi wujudnya bisa dirasakan dari hasil penilaian baik atau buruk yang berasal dari khalayak sasaran khususnya dan masyarakat secara luasCitra didefinisikan sebagai jumlah dari keyakinan, gambaran, dan kesan yang dipunyai seseorang dalam suatu objek (orang, organisasi, kelompok orang).

Menurut Roberts, citra menunjukkan keseluruhan informasi tentang dunia ini yang telah diolah, diorganisasikan dan disimpan individu. Dari dua poin di atas, positioning kandidat atau telah berhasil jika ia menjadi dominan dan menguasai benak masyarakat pemilih.
Posisi yang kuat dalam benak masyarakat membuat seorang kandidat selalu diingat dan menjadi referensi bagi masyarakat ketika mereka dihadapkan pada serangkaian pilihan. Artinya bahwa citra kandidat terbentuk dari atribut dan gaya personal seorang kandidat, sepikir dan seide dengan pemilihnya. Oleh karena itu, masyarakat menanti yang terbaik dan akuntabel. Selamat berdemokrasi. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy