KENDARIPOS.CO.ID–Sebanyak 14 rancangan peraturan daerah (raperda) diproyeksikan akan disahkan tahun ini (2021, red). Enam raperda usulan DPRD Sultra dan Pemprov mengusul delapan raperda. Informasi itu disampaikan Kasubag Perundang-Undangan DPRD Sultra Sahrir.

Ia menguraikan enam raperda usulan DPRD Sultra yakni tentang pelesatrian dan perlindungan cagar budaya, pelestarian dan pemajuan warisan kebudayaan tak benda, pelestarian pengelolaan dan pengembangan pangan lokal serta tata kelola badan usaha milik daerah (BUMD).

“Dua perda lainnya tentang penaggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan penanggulangan penyakit menular,” kata Sahrir saat ditemui diruang kerjanya, Senin (22/3).

Usulan itu, kata dia, akan dilakukan penelitian terhadap materi pokok tiap-tiap raperda. Tentunya, dengan menggandeng salah satu perguruan tinggi yang ada di Sultra. “Nanti akan dibuatkan Memorandum of Understanding (MOU) dengan pihak kampus. Karena mereka akan membuat naskah akademik tiap-tiap materi pokok raperda. Juga mereka akan melakukan penelitian untuk menguji layak dan tidaknya raperda yang diusulkan,” urainya.

Sahrir menjelaskan, penelitian oleh kampus untuk menguji langsung apakah raperda yang diusulkan sesuai dengan kebutuhan primer masyarakat atau sebaliknya. Jika sesuai maka tahap berikutnya digelar Forum Grup Diskusi (FGD) dengan menghadirkan berbagai stakeholder yang berhubungan langsung dengan Raperda.

“Dalam FGD nanti akan tersimpulkan mengenai masalah tertentu yang didiskusikan. Apakah akan dibuatkan Undang-Undang tertentu, atau seperti apa. Yang tujuannya untuk menuntaskan polemik yang ada yang dibahas dalam FGD tersebut,”tandasnya. (ali/c)