KENDARIPOS.CO.ID — DPRD Sultra mendorong PT. Latebe Putra Group (LPG) menempuh jalur hukum terkait pembatalan kontrak proyek Pembangunan Bendungan Ladongi, Kolaka Timur, senilai Rp 38 miliar di lingkup Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari.

Hearing terkait pembatalan kontrak proyek Bendungan Ladongi, Rabu (17/3) di Sekretariat DPRD Sultra

“DPRD Sultra melalui Komisi III merekomendasikan pihak perusahaan untuk menggugat pihak BWS Sultra yang telah membatalkan kontrak,” kata Ketua Komisi III DPRD Sultra, Suwandi Andi saat memimpin rapat dengar pendapat (RDP) bersama BWS Sulawesi IV Kendari, Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Sultra, PT. LPG dan kelompok masyarakat, Rabu (17/3).

Suwandi Andi mengatakan pihaknya akan terus memantau pekerjaan tersebut termasuk proses hukum yang ditempuh oleh PT. LPG. “Seperti apapun nanti proses hukumnya Komisi III akan terus memantau perkembangannya. Apalagi sudah ada pihak merasa yang dirugikan,” tutur politisi PAN itu.

Hal senada disampaikan anggota Komisi III DPRD Sultra, Abdul Salam Sahadia. Menurutnya, keputusan BWS membatalkan dan mengalihkan kontrak tidak tepat, karena PT. LPG sudah dinyatakan sebagai pemenang tender oleh Pokja BP2JK Sultra. Pembatalan kontrak PT. LPG yang dinyatakan sebagai pemenang tender Bendungan Ladongi dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Keputusan itu diambil oleh PPK secara sepihak dengan dalih berkas tersebut tidak lengkap atau bermasalah.

“Saat berkas dilimpahkan ke PPK ternyata dibatalkan secara sepihak oleh mereka karena berkas tidak lengkap, yang hanya menggunakan curicullum vitae (CV) bukan berkas referensi. Padahal itu sama saja,” jelasnya. Menurut Salam Sahadia, seharusnya PPK tidak membatalkan pemenang tender secara sepihak, tetapi memberikan waktu kepada PT. LPG untuk memperbaiki berkas. “Kalau berkas yang dia masukan kurang seharusnya ada waktu dan kesempatan yang diberikan untuk melakukan klarifikasi. Bukan langsung dibatalkan,” tegasnya.

Sekadar informasi, BWS Sultra diduga proyek pembangunan bendungan Ladongi yang dimenangkan PT. LPG dialihkan kepada PT. Aneka Jaya Solusi (AJS).