KENDARIPOS.CO.ID–Pemerintah mewacanakan proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka pada tahun ajaran baru 2021/2022 Juli mendatang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendari menyarankan seluruh tenaga pendidik di Kota Lolu disuntik vaksin Covid-19 untuk meminimalisir potensi penularan wabah saat belajar tatap muka.

La Ode Rajab

Ketua Komisi III DPRD Kendari La Ode Rajab Jinik mengungkapkan pemberian vaksin bisa mencangkup seluruh guru di Kendari dan bukan beberapa guru saja. Itu penting sebagai bentuk perlindungan guru dan siswa jika tatap muka benar-benar berlangsung sesuai arahan pemerintah pusat.

“Asal perintah pusat yang bisa jamin pekasanaan tatap muka, kita DPRD dukung langkah ini, guru memang harus diutamakan dalam pemberian vaksin. Demi kelancaran belajar tatap muka nantinya,” kata Rajab Jinik, kemarin.

Terpisah, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengaku pemberian vaksin covid-19 kepada guru sangat penting untuk melindungi mereka dari potensi penularan virus. Kendati demikian, tak semua guru bakal menerima suntikan vaksin. Pasalnya sesuai instruksi Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, pemberian vaksin terhadap tenaga pendidik hanya 10 persen dari jumlah guru pada suatu wilayah.

“Pemberiannya terbatas karena jumlah vaksinnya terbatas. Tapi tetap proporsional sesuai aturan dan benar-benar membutuhkan,” kata Sulkarnain Kadir. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikmudora), jumlah tenaga pendidik di Kendari 4.630 orang. Yang menjadi sasaran vaksinasi hanya 10 persen atau sekira 463 orang. Hingga kemarin, jumlah guru yang telah tervaksin sebanyak 391 orang. Rinciannya guru SMP 77 orang dari 135 orang (68,95 persen), guru SD 233 orang (100 persen) dan guru TK sebanyak 49 orang (51,55 persen) dari 95 orang yang menjadi target vaksinasi. (ags/b)