KENDARIPOS.CO.ID — Setelah setahun hanya mengandalkan luring dan online, pembelajaran tatap muka (PBM) di Bombana mulai diberlakukan. Meski telah dibuka, sekolah wajib memenuhi segala persyaratan tentang protokol kesehatan (Prokes). Selain itu, harus mendapatkan izin orang tua atau wali murid.

Andi Muhammad Arsyad

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bombana, Andi Muhammad Arsyad mengatakan proses pembelajaran tatap muka tetap harus memenuhi mekanisme. Jika orang tua atau wali murid menolak, sekolah tetap wajib melanjutkan belajar daring atau jarak jauh. “

Ya benar, kita sudah mulai membuka PBM tatap muka ditingkat PAUD, SD dan SMP. Namun, para orang tua tetap boleh mengizinkan para siswanya untuk tidak hadir di sekolah dengan alasan keraguan akan kesehatan putra-putrinya jika berada dilingkungan sekolah,” ungkapnya saat ditemui diruang kerjanya kemarin.

Menurunnya sebaran virus corona kata dia, menjadi salah satu alasan dimulai belajar tatap muka. Di sisi lain, banyaknya keluhan para siswa dan orang tua yang sudah merasa jenuh mengikuti PBM secara Daring, sehingga PBM jarak jauh tidak lagi dianggap efektif untuk diakukan. “PBM tatap muka ini kita lakukan disertai dengan beberapa aturan protokol kesehatan yang sangat ketat. Seperti, para siswa tetap diwajibkan untuk menggunakan masker, serta harus rajin mencuci tangan,” imbuhnya.

Izin PBM tatap muka sambungnya, dikecualikan untuk sekolah yang berada di Kecamatan Kabaena Timur. Sebab, di daerah tersebut, terdapat warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga, sekolah diwilayah itu tetap harus mengikuti PBM jarak jauh. “Sebenarnya Di Kabaena Timur sebelumnya sudah jalani belajar tatap muka, tapi karena ada yang terkonfirmasi positif, maka terhitung mulai tanggal 4 Maret sampai ada informasi perubahan,” tutupnya. (b/idh)