KENDARIPOS.CO.ID– Program vaksinasi covid-19 di Kota Kendari kini menyasar kelompok lanjut usia. Pemberiannya sudah berlangsung sejak 4 Maret lalu. Kendati demikian, cakupannya masih sangat rendah. Tercatat baru sekira 1.847 orang (9,91 persen) yang mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama dari total 18.634 orang yang menjadi target. Atas dasar itu, pemkot berupaya menggenjot pemberiannya (Vaksin). Itu untuk melindungi lansia dari resiko tertular virus corona.

Seorang lansia saat menerima suntikan vaksin sinovac dalam program vaksinasi massal yang berlangsung di Taman Kota Kendari, kemarin. AGUS SETIAWAN/KENDARI POS

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, pemberian vaksin kepada lansia sangat penting. Sebab, lansia merupaka salah satu kelompok yang rentan terpapar covid-19.

“Mereka harus mendapatkan perlindungan lebih cepat dari pada kita. Karena kalau kelompok ini (lansia) terpapar, tentu resikonya lebih berat dari pada kelompok yang lain, oleh karena itu kita mengambil kebijakan mempercepat vaksinasi lansia. Salah satunya lewat vaksinasi Massal,” kata Sulkarnain Kadir dalam Pertemuan Lintas Sektor Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Same Hotel Kendari kemarin.

Dia tak menampik jika, cakupan vaksinasi khusus lansia masih sangat rendah. Itu disebabkan karena kondisi lansia yang sudah tidak memungkinkan menjangkau lokasi vaksinasi massal. Disisi lain, edukasi yang masih perlu dilakukan ditingkat paling bawah (kelurahan, RT/RW).

“Saya sudah perintahkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menggelar vaksinasi massal. Alhamdulillah sekarang sudah berjalan. Bagi lansia yang tidak bisa menjangkau lokasi vaksinasi massal itu bisa mengunjungi Puskesmas terkedat untuk divaksin,” kata Sulkarnain.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinkes Kendari, drg. Rahminingrum mengaku masih rendahnya cakupan vaksinasi pada lansia dipengaruhi oleh masih rendahnya animo (minat) kelompok umur renta itu untuk mendapatkan vaksin. Ia berharap seluruh stakholder terkait dan elem masyarakat untuk turut andil mensosialisasikan program vaksinasi ditengah masyarakat. Bahkan jika memiliki atau mengetahui keberadaan lansia untuk segera dianjurkan mengikuti program vaksinasi sebagai bentuk perlindungan diri.

“Secara umum stok vaksin untuk lansia itu masih mencukupi. Hanya saja animonya yang masih kurang. Kami harap melalui vaksinasi massal yang saat ini masih berjalan bisa mengakomodir lansia untuk mendapatkan vaksin,” kata Rahminingrum.

Sekedar informasi, alokasi vaksin sementara untuk lansia dalam program vaksinasi kali ini tercatat sebanyak 6.248 dosis. Sudah tersalur sekira 1.847 dosis dan masih tersisa sekira 4.401 dosis. Jumlah alokasi vaksin masih akan bertambah mengingat sasaran vaksinasi lansia sebanyak 18.634 orang. (b/ags)