KENDARIPOS.CO.ID— Bank Tabungan Negara (BTN) menurunkan cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sejumlah nasabahnya.
Penurunan nilai cicilan ini merupakan kelanjutan dari cairnya dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Branch Manager Bank BTN KC Kendari, Altaufiq mengatakan, dana PEN
yang dimaksud berupa subsidi bunga yang dibayarkan
oleh pemerintah selama 3 hingga 6 bulan.Subsidi tersebut merupakan stimulus ekonomi yang diberikan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 138/ PMK.05/2020 tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga/Subsidi Margin Dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Subsidi ini diberikan kepada nasabah KPR hingga rumah tipe 70,” ungkap Altaufiq kepada Kendari Pos, kemarin.

Dijelaskan, insentif KPR diberikan kepada nasabah
yang memenuhi syarat yaitu memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP), memiliki plafon kredit maksimal Rp 10 miliar, memiliki baki debet kredit hingga 29 Februari 2020, serta mengantongi status kredit lancar per 29 Februari 2020. Nasabah yang ingin mengetahui statusnya terkait insentif bunga KPR tersebut, dapat berkunjung ke kantor BTN Kendari untuk pengecekan.

“Kantor pusat yang menentukan nasabah memenuhi syarat atau tidak. Nasabah BTN Kendari sudah ada yang menerima insentif tersebut. Bahkan ada yang penurunannya sampai 50 persen. Tapi ini hanya bunga, bukan pokok cicilan. Tentu saja insentif ini cukup membantu nasabah,” terangnya.

Altaufiq menyebut, meskipun masih dalam situasi pandemi, BTN KC Kendari tetap meningkatkan target penyaluran KPR. Penyaluran KPR
pada tahun 2020 tercatat sebanyak 2.030 unit atau meningkat sebesar 12 persen secara tahunan. Di tahun 2021, BTN KC Kendari menargetkan untuk menyalurkan 3.000 unit KPR.

“Kuota rumah subsidi (KPR) BTN Kendari tahun ini ada 3.000 unit,” tandas Altaufiq. (uli/b)