KENDARIPOS.CO.ID — Potensi perkebunan Kabupaten Bombana menggaung sampai di pemerintah pusat. Kementerian Pertanian (Kementan) melirik kabupaten yang dinakhodai Bupati Tafdil itu. Tahun 2019 lalu, Kabupaten Bombana menjadi salah satu dari dua daerah di Indonesia yang mendapatkan program pembangunan pusat pembibitan (Nursery Center) komoditas jambu mete dan kakao.

Bupati Bombana, H Tafdil

Tahun ini, Kabupaten Bombana dipersiapkan sebagai sentra produksi benih jambu mete di Indonesia. Menariknya lagi, keberadaan nursery center Bombana ini pun bakal didorong untuk memroduksi benih jambu mete dalam skala besar. Sehingga bisa menyuplai petani jambu mete di seluruh Indonesia. Bupati Bombana, H.Tafdil pun bergerak dengan menyiapkan lahan sekira lima hektare di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara.

Bupati Bombana H. Tafdil mengaku mendukung upaya pemerintah dalam mengakselerasi penyediaan benih unggul tanaman pertanian melalui program pembangunan nursery ini. “Kebanggaan bagi saya selaku kepala daerah Bombana, karena daerah kami ini telah dipilih menjadi lokasi pembangunan nursery. Semoga dapat berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Bombana,” ujarnya di pendopo Rujab Bupati Bombana, Jumat (26/3) kemarin.

Diakuinya, Kabuapten Bombana merupakan salah satu sentra pengembangan sektor perkebunan di Sultra dengan komoditas unggulan jambu mete. Berdasarkan data BPS tahun 2020, produksi komoditas jambu mete Bombana sekira 7.194 ton dengan luas lahan sekira 16.481 hektare. “Selain jambu mete, kami juga memiliki komoditas unggulan lainnya, yakni kelapa dan kakao. Produksinya juga sangat baik,” ungkap Tafdil, Bupati Bombana dua periode.

Direktur Pembenihan dan Perkebunan Kementan, M.Saleh Muhtar mengungkapkan Bombana merupakan pilihan yang tepat untuk dijadikan sebagai sentra produksi bibit jambu mete. Sebab memiliki kawasan pengembangan dan memiliki produksi jambu mete yang cukup besar, serta didukung oleh kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana yang benar-benar mendorong pengembangan pusat pembibitan (Nursery Center) Bombana ini.

“Bombana memiliki potensi yang luar biasa besar untuk menjadi sentra benih pembibitan jambu mete di Indonesia. Peluang tersebut, bisa kita lihat sendiri, lahan Bombana yang siap untuk dijadikan tempat pembibitan cukup luas. Bahkan, Bupati Bombana bakal mempersiapkan lahan untuk memenuhi target satu juta produksi benih jambu mete,” ujar Saleh Mokhtar, Jumat (26/3) kemarin.

Menurutnya, saat ini Nursery Bombana memiliki luas lahan lima hektare yang telah disiapkan Pemkab Bombana. Dengan luas lahan tersebut diharapkan Nursery Bombana ini mampu memroduksi dalam jumlah lebih besar lagi. Untuk saat ini dengan lahan yang tersedia, Nursery Bombana ditahap awal ini dioptimalkan memroduksi sekira 100.000 benih jambu mete.

“Untuk tahap awal kita maksimalkan dulu lahan yang ada, kita upayakan Nursery Bombana ini bisa melakukan produksi benih sebanyak 100.000 benih jambu mete. Setelah itu kita tingkatkan produksinya hingga mencapai total 1 juta produksi,” ungkapnya.

Diakui Saleh Mokhtar, potensi Bombana menjadi sentra jambu mete di Indonesia sangat memungkinkan. Terlebih lagi setelah pihaknya melihat langsung lahan di sekitar Nursery Bombana yang sangat mendukung. Bukan hanya lahan, namun juga infrastruktur seperti jalan dan listrik yang sudah disiapkan Pemda Bombana.

Lanjut dia, dukungan Bupati Bombana sangat besar. Hal ini terlihat, dari kesiapan pemda dalam menyiapkan lahan sebagai tempat nursery dengan komoditas ini. Bahkan untuk mendukung target produksi 1 juta benih bibit jambu mete, Bupati Bombana kembali menyiapkan lahannya untuk pengembangan. “Saya sangat mengapresiasi kesiapan Bupati Bombana, dalam mendukung program Nursery jambu mete ini,” terang Saleh Mokhtar.

Hal senada disampaikan Asisten Deputi Sarpras Pangan dan Agrobisnis Kemenko Perekonomian, Ismariny. Kata dia, target pembibitan yang bakal disalurkan berjumlah cukup fantastis. Kisarannya mencapai 10 hingga 20 juta bibit per lokasi. Hal ini pun menjadi tujuan pemerintah pusat untuk melakukan pemantauan.

Diharapkan Bombana bisa menjadi cikal bakal industri jambu mete serta menjadi pendorong ekonomi khususnya di wilayah Sultra.“Selain itu, kami meminta agar Pemda setempat mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengelolah ini, sehingga kita bisa targetkan kedepannya. Insya Allah berbekal nursery ini, dapat dikembangkan menjadi industri mete, juga bisa menjadi salah satu pendorong ekonomi disini untuk meningkatkan PAD,” pungkasnya. (idh/b)