KENDARIPOS.CO.ID — Perburuan nomor induk pegawai (NIP) bagi calon PNS baru akan dimulai bulan depan. Dimulai dengan pendaftaran sekolah kedinasan, disusul pendaftaran guru PPPK, PPPK non-guru, dan CPNS (Mei atau Juni). Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menyebut 30 formasi dibutuhkan pemerintah daerah tahun ini. Namun yang paling banyak dibutuhkan adalah guru dan tenaga penyuluh.

Pemprov Sulawesi Tenggara melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) telah mengusulkan calon PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sekira 1.920 usulan sejak Januari lalu dikirim ke Kemenpan-RB melalui aplikasi e-formasi. Dari 1.920 formasi yang diusul, guru PPPK paling banyak yakni sekira 1.076 formasi. Disusul tenaga kesehatan (PPPK) sekira 345 formasi. Sedangkan formasi CPNSD sekira 499.

“Ini sebatas usulan kita. Tetapi kita berharap kuota yang kita kirim disetujui Menpan RB. Walaupun formasi guru dan tenaga kesehatan sudah banyak kami usul di jalur PPPK, namun tetap kita usulkan juga dua formasi itu di jalur CPNS. Terkait diterima atau tidak usulan kita kan tergantung pusat,” ujar Kepala BKD Sultra, Zanuriah kepada Kendari Pos, kemarin.

Formasi tenaga kesehatan sangat penting, mengingat untuk mengisi tenaga medis Rumah Sakit (RS) Jantung dan Pembuluh Darah. Zanuriah mengaku kebutuhan guru oleh pemda saat ini cukup tinggi. Seleksi tahun 2019 tak ada satupun kuota guru di Pemprov Sultra. “Usulan formasi guru untuk mengisi kebutuhan di lingkup Pemprov Sultra. Usulan ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan pegawai saat ini. Semoga kuota yang kita usul banyak disetujui,” ungkapnya.

BKD Sultra hingga kini masih menunggu penetapan kuota dan jadwal pelaksanan seleksi dari Kemenpan RB. “Kita juga masih menunggu. Kalau petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksanaan (Juklak) sudah turun, pasti akan kami sampaikan ke publik,” tambah Zanuriah.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan dan Mutasi Pegawai BKD Sultra, Kadir menambahkan seleksi CPNS dan PPPK tahun anggaran 2021 ini, BKD memprioritaskan tenaga kesehatan (Nakes) dan guru. “Penerimaan guru dibuka mengingat setiap tahun guru pensiun sekira 100 orang. Sehingga untuk 2021 kami akan berupaya agar di buka lebih banyak penerimaan guru,” ujarnya.

Kadir menjelaskan, rencananya RS Jantung berstruktur tipe B dan dari hasil perhitungan dibutuhkan 293 tenaga medis untuk semua jenjang. Yakni mulai petugas administrasi sampai petugas medisnya.

“Tenaga kesehatan di prioritaskan karena rencananya tahun 2021 ini, RS Jantung sudah bisa beroperasi walaupun belum secara keseluruhan. Ini juga sesuai perintah pimpinan (gubernur) supaya kita mengalokasikan formasi untuk mengisi tenaga medis di RS jantung dan RS Bahteramas,” ungkap Kadir.

30 Paling Dibutuhkan Pemda

Sebanyak 30 formasi aparatur sipil negara (ASN) baik CPNS maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paling banyak dibutuhkan pemerintah daerah tahun ini. Dari 30 formasi itu, yang paling banyak dibutuhkan adalah guru dan tenaga penyuluh.

“Formasi yang terbanyak dibutuhkan adalah guru kemudian tenaga penyuluh,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo, baru-baru ini.

Menurut Tjahjo, formasi ASN yang disiapkan pemerintah sekitar 1,275 juta. Tjahjo menegaskan anggaran untuk formasi ini sudah disiapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Dia menjelaskan untuk pengadaan ASN di daerah, selain jabatan guru, pemerintah juga telah menentukan kebutuhan sekitar 189 ribu pegawai. Mantan menteri dalam negeri (mendagri) ini menyebutkan secara terperinci 30 formasi CPNS dan PPPK yang paling banyak dibutuhkan pemda. (rah/b/jpnn)

Pemerintah Siapkan 1,275 Juta Formasi ASN

30 formasi CPNS dan PPPK yang Banyak Dibutuhkan

A. Pemerintah Provinsi
Jabatan Guru:

  1. Guru BK
  2. Guru TIK
  3. Guru Matematika
  4. Guru Seni Budaya
  5. Guru Bahasa Indonesia

Jabatan Tenaga Kesehatan:

  1. Perawat
  2. Dokter
  3. Asisten Apoteker
  4. Perekam Medis
  5. Apoteker

Jabatan Teknis:

  1. Pranata Komputer
  2. Polisi Kehutanan
  3. Pengawas Benih Tanaman
  4. Pengelola Keuangan
  5. Pengelola Pengadaan Barang/Jasa

B. Pemerintah Kabupaten/Kota

Jabatan Guru:

  1. Guru Kelas
  2. Guru Penjasorkes
  3. Guru BK
  4. Guru TIK
  5. Guru Seni Budaya

Jabatan Tenaga Kesehatan :

  1. Perawat
  2. Bidan
  3. Dokter
  4. Apoteker
  5. Pranata Laboratorium Kesehatan

Jabatan Teknis:

  1. Penyuluh Pertanian
  2. Auditor
  3. Pengelola Pengadaan Barang/Jasa
  4. Pengelola Keuangan
  5. Verifikator Keuangan

SUMBER : KEMENPAN RB
DATA DIOLAH KENDARI POS