KENDARIPOS.CO.ID– Salah satu parameter kemajuan suatu negeri adalah tercukupinya kebutuhan infrastruktur jalan. Selama ini, Indonesia masih terus mengimpor bahan baku aspal dari luar negeri. Begitu besar menyedot keuangan negara. Padahal, bangsa ini punya sumber aspal yang melimpah yakni Aspal Buton (Asbuton). Kualitasnya pun tak kalah dengan aspal impor itu.

Jika dioptimalkan, Aspal Buton sejatinya mampu membangun negeri. Menyelamatkan triliunan rupiah tiap tahunnya untuk membatasi impor aspal. Dan juga menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Asal aspal Buton bisa dieksploitasi dengan optimal. Saat ini, Asbuton terus dikembangkan oleh Kementerian PUPR, baik dari sisi jaminan kualitas dan teknik penghamparan.

Diantaranya Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA), Lapis Penetrasi Macadam Asbuton (LPMA), campuran beraspal dengan Asbuton, Butur Seal, Cape Buton Seal dan Asbuton campuran aspal emulsi. Progres pemanfaatan Asbuton untuk TA 2020 sebesar 80 persen. “Di Sultra ini, Asbuton sudah digunakan ratusan kilo meter. Sudah teruji,” ungkap La Bakry, Bupati Buton, kemarin.

Menurut data Kementerian PU-PR, Asbuton memiliki potensi pemanfaatan per tahunnya sebesar 167.182 ton. Itu artinya 25 persen akan diserap untuk peningkatan dan pembangunan jalan nasional, selain tentunya aspal karet. Panjang jalan yang ditangani dengan overlay setiap tahun diperkirakan untuk jalan nasional 1.120 Km, jalan provinsi 220 Km, dan jalan kabupaten 1.822 Km.

Bupati Buton, La Bakry (kiri) mendampingi Gubernur Sultra Ali Mazi saat meninjau lokasi stadion.

La Bakry menyebut, teknologi pemanfaatan Asbuton yang populer digunakan adalah CPHMA, yang merupakan produk campuran beraspal siap pakai. CPHMA memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan campuran sejenis, antara lain konstruksi perkerasan lebih merata dan homogen serta kerataan permukaan yang lebih baik.

Pencampuran dilakukan secara pabrikasi, kemudian didistribusikan dalam bentuk kemasan dan selanjutnya dihampar dan dipadatkan secara dingin (pada temperatur udara). “Teknologi ini bermanfaat untuk pembangunan jalan di daerah terpencil dan pulau-pulau kecil yang tidak memiliki akses ke alat pencampur aspal,” jelasnya.

Keyakinan akan bangkitnya aspal Buton itu makin kuat setelah peninjauan lapangan beberapa kali oleh kementerian terkait. Teranyar Senin kemarin, tiga kementerian turun bersama mengunjungi tambang aspal Buton. Turun mendampingi Gubernur Sultra Ali Mazi, Bupati Buton La Bakry dan Wali Kota Baubau, AS Tamrin. Kunjungan itu sukses meyakinkan Buton akan besarnya potensi Aspal Buton. (adv/lyn)