KENDARIPOS.CO.ID — Hasil pertanian yang ada di Kota Baubau, cukup beragam. Berbagai jenis mulai dari padi, jagung, ubi-ubian, kacang-kacangan dan sayur-mayur tersedia. Meski begitu, tingkat konsumsi masyarakat masih didominasi pada satu komoditas, yakni beras. Untuk itu Wali Kota Baubau, AS Tamrin mengajak seluruh lapisan masyarakat agar konsumsi pangan lokal secara beragam lebih ditingkatkan, kaitannya dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional.

Wali Kota Baubau, AS Tamrin (kiri) ketika menghadiri festival pangan lokal cipta menu beragam, bergizi, seimbang dan aman tingkat kecamatan

“Sebagian besar masyarakat masih mengandalkan beras sebagai sumber makanan utama. Sementara konsumsi pangan hewani, umbi-umbian, sayur dan buah masih tergolong rendah,” kata AS Tamrin ketika menghadiri festival pangan lokal cipta menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) tingkat kecamatan, akhir pekan.

Menurutnya, perbaikan kualitas konsumsi pangan masyarakat perlu dilakukan dengan menjadikan pangan lokal sebagai sumber konsumsi dalam rumah tangga. Semua itu untuk mendukung agar ketahanan pangan daerah dan nasional dapat tetap terjaga. Sekaligus mewujudkan tercapainya pola konsumsi pangan B2SA sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia berkualitas.

“Kita telah mencanangkan “Sehari tanpa Nasi” tahun lalu. Walaupun kita baru uji coba pada seluruh ASN se Kota Baubau, namun ini menandakan keseriusan pemerintah akan penganekaragaman pangan lokal. Jangan hanya mengonsumsi beras. Masih banyak pangan lokal kita jenis lain yang tersedia,” ucap Wali Kota Baubau dua periode itu.

Sekretaris DPW PAN Sultra tersebut menambahkan, pola pemenuhan menu B2SA adalah upaya mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, aktif, produktif. Olehnya itu diperlukan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat dalam mewujudkanya. (ahi/c)