KENDARIPOS.CO.ID — Para figur yang ingin berlaga di Pilgub Sultra mulai bermunculan. Ambisi merebut kursi gubernur juga disampaikan Politisi Golkar, Abdul Rahman Al Farisi, selain Kerry Saiful Konggoasa (Bupati Konawe) dan Lukman Abunawas (Wakil Gubernur Sultra), dan Ridwan Bae (anggota DPR RI).

Abdul Rahman Farisi

Keinginan ARF-sapaan akrab Abdul Rahman Al Farisi masih terawat, meski langkah politik tarung Pilgub pernah kandas di tahun 2017 lalu. Kini ia datang lagi dengan gayuh yang sama; menakhodai Sultra. Ia mengatakan, hasrat maju pilgub karena ingin memajukan jazirah Bumi Anoa di berbagai sektor. Pasalnya Sultra memiliki potensi perekonomian di berbagai sektor, di antaranya pertambangan, pertanian, perkebunan, perikanan, dan lain-lain.

“Potensi besar tersebut jika dikembangkan lebih inovatif. Setidaknya dengan sistem tata kelola berbasis teknologi modern dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Pilgub 2024, katanya, adalah momentum kedua bagi dirinya melanjutkan perjuangan yang sempat tertunda. Ia merasa kedatangannya kini lebih matang, melanjutkan asa demi mensejahterakan masyarakat dan memajukan daerah.

ARF menilai, kondisi Sultra dari berbagai aspek terus menunjukan kemajuan secara gradual. Masing-masing gubernur yang memimpin, punya strategi tersendiri dalam menata provinsi yang terdiri dari 17 Kabupaten/Kota ini. Tentu, muaranya untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah.

“Dengan kondisi eskalasi pembangunan Sultra saat ini, kedepan tinggal dilanjutkan apa yang telah dibangun oleh Gubernur-Gubernur sebelumnya. Niat saya maju di pilgub, semata ingin mengangkat harkat dan martabat masyarakat Sultra dari berbagai aspek,” ujarnya. Ia mengklaim akan menggunakan Golkar sebagai kendaraan politik di 2024. Kini “Beringin” punya 7 kursi parlemen. Butuh tambahan 2 kursi untuk mencukupi sebagai syarat pencalonan. (ali/b).