KENDARIPOS.CO.ID — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi sangat peduli akan kesejahteraan anak buahnya. 941 honorer Kategori 2 (K2) yang mengabdi di lingkup Pemprov Sultra mendapat tambahan gaji. Gaji semula Rp 1 juta menjadi Rp 1,5 juta per bulan. Keputusan Ali Mazi itu disambut semringah ratusan honorer.

“Sebenarnya saya berkeinginan menaikkan hingga Rp 2 juta per bulan, tapi namun anggarannya sangat besar dan ini cukup berat bagi keuangan Pemprov. Sebab, butuh anggaran sekira Rp 22,5 miliar per tahun. Gaji Rp.1 juta per bulan saja kita butuh anggaran sekira Rp.11,2 miliar per tahun. Dengan kenaikan menjadi Rp 1,5 juta per bulan, kita keluarkan anggaran sebesar Rp 16,9 miliar per tahun,” ujar Gubernur Sultra Ali Mazi dalam acara silaturahmi Forum Honorer K2 Provinsi Sultra di aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra, Kamis (11/3) kemarin.

Jumlah honorer K2 lingkup Pemprov Sultra per Januari 2021 sebanyak 941 orang. Jumlah ini berkurang sebanyak 10 orang dari data tahun 2020 sebanyak 951 orang. Sembilan orang telah meninggal dunia, dan satu orang dinyatakan tidak aktif.

Gubernur Sultra, Ali Mazi (tengah), anggota Komisi II DPR RI, Hugua (kanan) bersama pengurus FHK2 Pusat, FHK2 Provinsi Sultra dan para pegawai honorer lingkup Pemprov Sultra dalam acara silaturahmi, Kamis (11/3).

Selain menaikkan gaji, Gubernur Sultra Ali Mazi berjuang agar honorer K2 ini dapat naik status menjadi ASN. Sebagai langkah konkrit dari kebijakan itu, gubernur melayangkan surat kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), dan ditembuskan kepada Presiden, Ketua DPR, Menteri Sekretaris Negara, dan Kepala BKN. Melalui surat bernomor 814/6810 tanggal 29 Desember 2020, gubernur meminta dukungan pengangkatan tenaga honorer K2 Provinsi Sultra menjadi ASN sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan.

Kepada para pegawai honorer K2, Gubernur Sultra Ali Mazi meminta agar profesional, memiliki nilai dasar, menjunjung tinggi etika profesi, bebas dari intervensi politik, dan bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. “Saya perlu mengingatkan bahwa tantangan tugas yang dihadapi saat ini dan ke depan semakin berat dan kompleks, seiring dengan perkembangan dan dinamika masyarakat yang menuntut kita semua untuk menunjukkan kinerja profesional dan berintegritas,” kata Gubernur Ali Mazi.

Tantangan itu mesti dijawab honorer K2 dengan meningkatkan kualitas diri. Caranya dengan menambah pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan bidang tugas masing-masing. Selain itu, menajamkan motivasi kerja, dan memperbaiki sikap.

Acara silaturahmi Forum Honorer K2 Provinsi Sultra itu dihadiri anggota Komisi II DPR RI, Hugua, pejabat lingkup Pemprov Sultra, Ketua Pembina Forum Honorer Kategori 2 (FHK2) Pusat Nur Baitih, Ketua Forum Honorer Kategori 2 Provinsi Sultra Andi Melyani Kahar, dan ratusan pegawai honorer K2 pemprov.

“Terima kasih kepada anggota Komisi II DPR RI Hugua, Ketua Pembina FHK2 Pusat Nur Baitih dan para pengurus FHK2 Provinsi Sultra yang telah memberi perhatian serius terhadap perjuangan tenaga honorer K2 di Sultra. Honorer K2 telah menjadi bagian penting dari pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, program pembangunan, dan pelayanan masyarakat,” tutup Gubernur Ali Mazi. (rah/c)