Keluarga Pelopor Perubahan Menuju Indonesia Maju

KENDARIPOS.CO.ID — Keluarga adalah unit organisasi kecil, namun punya kekuatan maha dahsyat melahirkan insan-insan berkarakter. Adalah Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai pelopor perubahan menuju Indonesi maju. Jargon itu menjadi tema sentral dalam puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke 49 di Provinsi Sultra.

Ketua TP PKK Sultra, Agista Ariany (tengah) mengamati salah satu produk home industri UKM binaan PKK kabupaten/kota disela-sela peringatan HKG PKK se-Sultra di Claro Hotel Kendari, Rabu (17/3).

PKK yang identik sebagai organisasi kaum ibu, punya peran besar dalam gerakan pembangunan masyarakat. Untuk itu, Ketua Tim Penggerak PKK Sultra, Agista Ariany meminta seluruh TP PKK kabupaten/kota agar mendorong pemberdayaan produk lokal daerah masing-masing. Sebab, secara potensi, setiap daerah di Sultra memiliki keunggulan yang dapat dioptimalkan. Terlebih untuk menghasilkan produk yang berbiaya murah karena bahan bakunya mudah diperoleh, dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan dan kebersihan dalam proses pengolahannya dan ramah lingkungan.

“Kualitas kemasan produk mesti lebih kreatif dan inovatif untuk mengatrol produk menembus pasar lokal hingga internasional. Ke depan, tantangan ini harus dijawab dengan meningkatkan minat konsumen,” ujarnya saat membuka seremoni HKG PKK se-Sultra di Claro Hotel Kendari, Rabu (17/3) kemarin.

Meski Sultra sedang dirundung pandemi Covid-19, PKK harus terus bergerak mendorong pemberdayaan produk lokal UKM di Sultra. “Dalam kondisi saat ini kita harus membantu para UKM kita agar lebih dapat memberdayakan keluarganya dalam produksi, ” ucap Agista Ariany.

Istri Gubernur Sultra, Ali Mazi itu menambahkan, kendala yang dihadapi kelompok usaha saat ini adalah pemasaran hasil produksi. “Untuk itu, kita perlu berupaya untuk membuat hasil-hasil produk dengan kemasan yang menarik. Dibutuhkan sinergi instansi terkait dalam hal pembinaan kemasan produk UKM agar lebih baik dan menembus pasar nasional dan internasional,” ungkap Agista.

HKG ke-49 PKK ini semestinya menjadi momentum strategis menepis asumsi bahwa kegiatan PKK hanya seremonial belaka. Seminar, workshop, dan pameran ini dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman serta kapasitas kader PKK dan pengelola organisasi wanita yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

“Peserta diharapkan mengikuti acara dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan nilai tambah dalam peningkatan kapasitas setiap kader PKK. Sebab, materi dalam seminar dan workshop ini sangat penting, strategis, dan relevan dengan kondisi dan situasi saat ini,” tegas Agista Ariany. (rah/c)

Momentum Strategis Menepis Asumsi