Suasana pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah hari pertama di MAN 1 Kendari, kemarin (15/3).

KENDARIPOS.CO.ID—-Sebanyak 292 Siswa MAN 1 Kendari melaksanakan Ujian Akhir Madrasah (UAM) Tahun Pelajaran 2020/2021. Ujian yang dilaksanakan mulai tanggal 15 sampai dengan 25 Maret ini, dilakukan secara offline di sekolah.

Pelaksanaan UAM yang dipantau langsung oleh Kepala  Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Sultra, Muhammad Saleh, merupakan satu-satunya tahap ujian yang akan dilakukan siswa dalam menempuh pendidikan selama tiga tahun tersebut.

“Pandemi Covid 19 merupakan salah satu tantangan hidup kita saat ini, termasuk di dunia pendidikan. Kegiatan yang dilakukan hari ini menjadi tolok ukur keberhasilan siswa dalam kompetensinya selama menempuh pendidikan madrasah sekaligus melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi,” ungkap Muh. Saleh, saat ditemui di MAN 1 Kendari, kemarin.

Lanjut dia, UAM sepenuhnya diserahkan di seluruh sekolah masing-masing. Artinya, mekanisme ujian dikembalikan di sekolah, tentu dengan tetap memperhatikan berbagai kondisi dan situasi selema penyelenggaraan UAM berlangsung.

“Selama kegiatan Ujian Madrasah, harus mengedepankan protokol kesehatan. Ini menjadi  hal penting selama penyelenggaraan UAM. Makanya saya mengimbau kepada seluruh kepala madrasah, tenaga pendidikan, juga siswa untuk tetap menaati protokol kesehatan, menjaga kesehatan agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik sesuai harapan kita bersama,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Kendari, La Tangkalalo mengatakan berdasarkan POS pelaksanaan UAM untuk menentukan kelulusan siswa yang dilakukan  beberapa metode ujian, yaitu ujian praktik, tulis, penugasan, dan portofolio. 

“Keempat metode yang bisa dilakukan dalam ujian Madrasah, maka MAN 1 Kendari memilih metode Ujian Tulis Madrasah yang hari ini kita laksanakan bersama, karena ini mejadi sebuah pembuktian bagi para siswa, sampai dimana pemahaman mereka selama mengikuti proses belajar selama kurang lebih tiga tahun, dikesempatan ini semua akan terlihat,” paparnya.

Lanjut dia, terkait fasilitas Sarana dan prasarana (Sarpras) dalam mengikuti UAM, pastinya sudah sangat lengkap, mulai dari peralatan komputer serta jaringan itu sudah disiapkan dengan kualitas terbaik.

“Fasilitas komputer semuanya sudah aman, dengan memakai empat ruang yang setiap ruangannya disediakan jaringan WiFi. Untuk proses pelaksanaannya dilakukan secara bergantian. Artinya dilakukan dengan dua tahap, demi mencegah penyebaran pandemi Covid-19,” ujarnya.

Untuk itu, dia berharap, siswa yang mengikuti UAM bisa memberikan yang terbaik, tetap fokus dengan apa yang dikerjakan, percaya dengan diri sendiri, serta mulailah belajar untuk mandiri. “Kami berharap para siswa bisa mendapatkan hasil yang maksimal di ujian kali ini, sehingga bisa menjadi motivasi untuk terus belajar dan belajar, dengan percaya akan kemampuan yang dimiliki,” pungkasnya. 

Sebagai informasi, jumlah peserta yang mengikuti UAM terdiri dari Jurusan IPA sebanyak 135 orang, IPS 98 orang, Jurusan Bahasa 27 orang, dan Jurusan Keagamaan sebanyak 32 orang. (Ilw/b)